BANDA ACEH – Jetour T2 semestinya menjadi salah satu SUV modern yang menandai ekspansi besar Chery Holding Group ke pasar Indonesia.Dibangun di bawah payung perusahaan otomotif raksasa asal Tiongkok, Jetour hadir membawa reputasi besar, teknologi baru, dan desain tangguh yang menargetkan kelas SUV premium.
Namun publik mendadak geleng-geleng kepala ketika Jetour T2 justru hangus terbakar di Tol Jagorawi setelah terlibat benturan dengan sebuah BMW.
Lebih menarik lagi, banyak yang sempat salah paham dan menyangka Jetour T2 adalah mobil listrik.
Faktanya, unit yang beredar di Indonesia adalah model bermesin bensin turbo, bukan EV.
Meski begitu, pertanyaan tetap muncul bagaimana mungkin SUV berbahan bakar bensin, apalagi buatan holding sebesar Chery, bisa habis terbakar dalam hitungan menit?
Dikutip PojokSatu.id dari DetikOto, kebakaran terjadi setelah Jetour T2 ditabrak dari sisi kiri hingga menghantam pembatas jalan sebelum api muncul dari bagian bawah mobil.
Sementara itu, iNews.id melaporkan Jetour Indonesia kini melakukan investigasi teknis untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat benturan atau ada faktor lain yang memicu reaksi cepat pada ruang mesin dan sistem bahan bakar.
Padahal dari sisi spesifikasi, Jetour T2 datang dengan modal cukup meyakinkan. SUV ini dibangun di atas platform Kunlun yang dikembangkan khusus untuk kendaraan berperforma.
Jetour T2 mengusung mesin 1.5L turbo bertenaga 181 hp, memiliki wheelbase 2800 mm yang memberikan stabilitas dan kabin luas, serta dilengkapi rangka unibody dan fitur keselamatan modern.
Reputasi Chery Holding yang menaungi beberapa lini teknologi otomotif besar semakin membuat ekspektasi publik tinggi terhadap keamanan produknya.
Namun kebakaran Jetour T2 menimbulkan tanda tanya serius.
Para analis keselamatan menyebut benturan keras dapat memicu kebocoran bahan bakar, kerusakan selang, atau korsleting listrik yang menciptakan percikan api di ruang mesin.
Kombinasi panas, tekanan, dan cairan mudah terbakar bisa menghasilkan api besar dalam waktu singkat.
Kasus Jetour T2 memperlihatkan betapa sensitifnya sistem bahan bakar kendaraan modern ketika mengalami tekanan ekstrem.
Jetour Indonesia menegaskan hasil investigasi akan diumumkan setelah analisis teknis selesai.
Di sisi lain, publik masih bertanya-tanya, bagaimana bisa SUV baru yang mengusung teknologi dan membawa nama besar Chery Holding justru menjadi bola api di jalan tol.
Pertanyaan itu kini menjadi PR besar bagi Jetour untuk dijawab.***
































































































