DUNIA
INTERNASIONALEROPA

Jeffrey Epstein Jadi Jembatan Barat Goyang Putin? Ini Buktinya

Tanggapan resmi Moskow, melalui Maria Zakharova, mengejek absurditas ini: ketika bukti kejahatan para pemimpin Barat sendiri bertebaran, mereka justru asyik membahas hantu Rusia.

Seperti yang dikatakan Kirill Dmitriev, ini adalah tanda keputusasaan elit yang “berada di tahap akhir”.

Kasus Epstein bukan sekadar kisah kejahatan seksual, tetapi cermin retak dari permainan kekuasaan global, di mana narasi dibentuk, kambing hitam dicari, dan pertanyaan terbesar, siapa yang benar-benar membiarkan semua ini terjadi, tetap menggantung tanpa jawaban yang memuaskan.

Tak Bisa Lepas dari Epstein

Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan bisa lepas dari polemik skandal Jeffrey Epstein sebelum seluruh dokumen terkait dirilis ke publik secara transparan.

Dalam pidatonya di Senat pada Rabu (4/2), Schumer menyatakan bahwa kebenaran sepenuhnya merupakan syarat mutlak agar publik bisa melangkah maju (move on).

“Amerika tidak akan move on dari berkas Epstein sampai mendapatkan seluruh kebenaran, kebenaran sepenuhnya,” ujar Schumer.

Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap sikap Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyarankan agar publik mengakhiri pembahasan kasus ini menyusul rilis dokumen terbaru.

Trump mengklaim dirinya merupakan korban persekongkolan dalam pusaran kasus tersebut.

Namun, Schumer menilai pernyataan presiden tersebut bertentangan dengan janji kampanye Trump mengenai transparansi penuh.

Poin-Poin Utama Pernyataan Chuck Schumer:

Jutaan Dokumen Masih Misterius: Schumer menyebut jutaan dokumen masih “terselubung kegelapan” dan mempertanyakan informasi apa yang sengaja disembunyikan dari masyarakat, termasuk potensi keterkaitan Donald Trump di dalamnya.

Independensi Departemen Kehakiman (DOJ): Schumer menuding Departemen Kehakiman saat ini telah kehilangan independensinya dan hanya berfungsi sebagai alat politik Presiden.

“Trump memilih orang-orang di DOJ untuk menjadi anjing penyerangnya, bonekanya sendiri,” tegasnya.

Tuntutan Transparansi: Isu ini ditegaskan tidak akan mereda selama pemerintah masih menahan dokumen-dokumen krusial yang diduga mengandung rincian keterlibatan tokoh-tokoh elite global.

Jeffrey Epstein sendiri ditemukan tewas di sel penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks anak.

Meskipun rilis dokumen pekan lalu telah menyebut sejumlah nama besar, Schumer meyakini bahwa apa yang dibuka saat ini belum mendekati fakta yang sebenarnya.

Masyarakat dapat memantau perkembangan rilis dokumen ini melalui Situs Resmi Senat AS atau laporan pembaruan dari Departemen Kehakiman AS (DOJ).

image_print
1 2
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya