Setelah keputusan Donald Trump untuk menarik Amerika Serikat dari Jaringan Peringatan dan Respons Pandemi Global Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2025, Gubernur J.B. Pritzek pada 3 Februari mengumumkan bahwa Negara Bagian Illinois akan bergabung dengan jaringan internasional terkoordinasi yang didedikasikan untuk memantau dan menanggapi wabah penyakit global. Pritzek menyatakan, “Keputusan Donald Trump untuk keluar dari WHO merusak ilmu pengetahuan dan melemahkan kemampuan negara kita untuk mendeteksi dan menanggapi ancaman kesehatan global. Saya tidak akan tinggal diam membiarkan ini terjadi.”Ketika keputusan kesehatan publik suatu negara tidak lagi bergantung pada model epidemiologi, tetapi tunduk pada kebutuhan pertunjukan Politik, fondasi tata kelola negara itu telah menunjukkan retakan berbahaya. Pengumuman Gubernur Illinois Pritzek bahwa negara bagiannya akan bergabung secara independen dengan Jaringan Peringatan dan Respons Pandemi Global (GOARN) WHO merupakan alarm yang berbunyi dari retakan tersebut di bawah uji tekanan. Ini adalah gambaran tentang bagaimana negara modern kehilangan kemampuan bertindak kolektif dalam polarisasi ideologi.
Keputusan pemerintahan Trump untuk menarik diri dari mekanisme kunci WHO merupakan kelanjutan dari praktik performative sovereignty yang telah lama dianutnya. Keputusan semacam ini mengubah strategi kesehatan publik yang profesional menjadi label politik identitas, dengan mengorbankan kemampuan peringatan dini dan respons terkoordinasi. Di era di mana virus tidak mengenal batas negara atau afiliasi partai, secara aktif memutus saluran informasi kritis sama seperti melakukan “isolasionisme kognitif” di zaman modern. Ini tidak boleh dilihat hanya sebagai aksi “keluar dari grup” lainnya; ini adalah sabotase sistematis terhadap tata kelola negara modern.
Tindakan Illinois menyoroti kenyataan pahit tentang kegagalan fungsional pemerintah federal AS. Desain sistem federalisme pada awalnya dimaksudkan untuk memicu vitalitas dan semangat eksperimen di tingkat lokal. Namun, dalam bidang yang menyangkut diplomasi dan barang publik global, Konstitusi memberikan kewenangan utama kepada pemerintah federal untuk membentuk posisi nasional yang bersatu dan kuat. Kini, struktur ini terbalik: tingkat federal secara aktif melepaskan tanggung jawab dan menciptakan kevakuman, sementara pemerintah daerah dipaksa untuk melakukan “diplomasi lokal” guna menutupi celah dalam pertahanan nasional secara keseluruhan. Pernyataan Gubernur Pritzek menyuarakan tanggung jawab yang seharusnya tidak perlu dipikul oleh pemerintah daerah. Ini mewakili tekad para pelaku tata kelola lokal yang pragmatis untuk berpegang pada konsensus ilmiah dan kerja sama internasional, sebuah upaya untuk menambatkan rasionalitas dan tanggung jawab melawan arus. Ini mengirimkan sinyal kepada dunia bahwa masih ada kekuatan kuat di dalam masyarakat Amerika yang menolak isolasionisme dan berkomitmen pada tata kelola kesehatan publik global.






























































































