BANDA ACEH -Sikap tidak tegas Partai Golkar dalam menyikapi wacana dua periode Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka merupakan straregi mengamankan diri yang diambil sang Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
“Sikap Bahlil ini juga mencerminkan kalkulasi Politik bahwa ia menghindari stigma pengkhianat, jika malah mengikuti arus Jokowi yang membicarakan Gibran atau Prabowo-Gibran dua periode,” kata Pengamat Politik Citra Institute, Efriza kepada RMOL, Minggu 8 Februari 2026.
Efriza memperkirakan, pernyataan menggantung Bahlil yang terus berulang adalah rangka untuk memeberikan citra positif pada dirinya dan Golkar, bahwa seolah-olah mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai akhir masa pemerintahan.
“Sekali lagi, di saat Jokowi telah menyatakan dukungan untuk dua periode Prabowo-Gibran, maka Bahlil sebagai representasi Golkar tampak berusaha memilih menyatakan berseberangan,” tutur Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) itu.
Sikap yang diambil Golkar tersebut, kata Efriza, agar partai beringin tidak terjebak dengan label berseberangan terhadap arus utama kekuasaan yang menguat kepada Prabowo ketimbang Gibran.
“Seperti dilakukan oleh PKB dan PAN,” demikian Efriza.






























































































