JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (DPP CIC) Raden Bambang SS meminta kepada Lembaga Anti Raswah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia yang saat ini dipimpin Firli Bahuri untuk secara tegas dan jelas serta transparan menyelesaikan penyelidikan dugaan kasus korupsi pengadaan Kapal Aceh Hebat yang menggunakan dana APBA Tahun 2019-2020 (Tahun Jamak/Multiyears). Hal itu ia sampaikan dalam keterangan tertulisnya yang diterima HARIANACEH.co.id, pada Minggu Malam (29/1/2023) di Jakarta via saluran komunikasi WhatsApp.
“Proses pelelangan pengadaan Kapal Aceh Hebat tersebut dilakukan menggunakan website LPSE Kementerian Perhubungan, sementara sumber anggarannya berasal dari dana APBA (2019-2020). Ada apa dan kenapa bisa terjadi begitu?, Apakah memang sudah ada pelimpahan kewenangan dari daerah ke Kementerian Perhubungan? Jangan-jangan ada pihak-pihak tertentu yang sejak awal sudah bermain mata antara kebijakan maupun Kelompok Kerja (Pokja) yang menangani kegiatan pelelangan KMP Aceh Hebat tersebut?,” tanya Ketum CIC Pusat itu.
Dari hasil penelusuran CIC Pusat, kata Bambang, yang memenangkan proses lelang tersebut ada tiga Perusahaan diantaranya adalah PT MOS, PT ASI dan PT CBS.
“Proses pelaksanaan pembangunan ketiga kapal Aceh Hebat tersebut dimulai sejak Agustus 2019 sampai dengan akhir tahun 2020,” ungkap Ketum CIC.
Kemudian, Bambang juga menguraikan timeline serta besaran biaya dikucurkan dalam proses pelaksanaan pembangunan kapal Aceh Hebat yang dilakukan oleh ketiga perusahaan PT MOS, PT ASI dan PT CBS. Diantaraya sebagai berikut:
Pertama, KMP Aceh Hebat 1 dengan spesifikasi rencana 1.300 Gross Tonnage (GT) dibangun dengan anggaran Rp73,9 miliar dikerjakan selama 470 hari di galangan PT MOS yang berlokasi di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Kedua, KMP Aceh Hebat 2 dengan spesifikasi rencana 1.100 Gross Tonnage (GT) dibangun dengan jumlah anggaran Rp59,7 miliar dikerjakan selama 497 hari di galangan PT ASI yang berlokasi di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Ketiga, KMP Aceh Hebat 3 dengan spesifikasi rencana 600 Gross Tonnage (GT) dengan total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp38 miliar yang dikerjakan selama 497 hari di galangan PT CBS Tegal Jawa Tengah.
“Dari hasil investigasi yang dilakukan tim CIC kami, pembangunan ketiga kapal ini menghabiskan waktu rata-rata selama 15 bulan,” urai Bambang.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler