BANDA ACEH – Gugatan bersejarah Afrika Selatan terhadap Israel memicu perdebatan di dunia Arab tentang mengapa negara – negara Arab tidak bergabung dalam gugatan tersebut atau membawa kasus serupa ke Mahkamah Internasional untuk membela Palestina.Mahkamah Internasional (ICJ) mengakhiri sidang pertama kasus Afrika Selatan terhadap Israel, di mana Pretoria menuduh Tel Aviv berniat melakukan kejahatan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.
Jurnalis Feras Abu Helal dalam tulisannya di Middle East Eye mengatakan kasus tersebut memicu perdebatan di dunia Arab tentang mengapa negara-negara Arab tidak bergabung dengan Afrika Selatan dalam kasus ini dan mengapa mereka tidak membawa kasus serupa ke Mahkamah Internasional atau Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Berdasarkan aturan ICJ, setiap negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat mengajukan gugatan terhadap negara manapun. Negara Arab mana pun dapat mengajukan kasus terhadap Israel ke ICJ, atau setidaknya meminta Afrika Selatan untuk bergabung dalam kasus tersebut sebelum kasus tersebut dibuka secara resmi.
Dalam dokumen kasusnya, Afrika Selatan mengakui “kewajibannya” untuk mematuhi Konvensi Genosida sebagai Negara Pihak pada Konvensi Pencegahan Genosida. Demikian pula, 19 negara Arab yang menjadi pihak Konvensi Genosida dapat menggunakan status mereka untuk mengajukan gugatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional.
Berikut 3 alasan negara-negara Arab Muslim tidak mau gugat Israel di ICJ:
1. Posisi yang dikompromikan
Banyak negara Arab mengklaim bahwa mereka mempunyai alasan yang “kuat” untuk menghindari tindakan agresif tersebut. Beberapa negara itu berpendapat bahwa mereka adalah negara kecil dengan perekonomian lemah yang tidak dapat menanggung konsekuensi dari tindakan tersebut.
Negara-negara lain, seperti Tunisia, bahkan mungkin berpendapat bahwa mereka tidak dapat menuntut Tel Aviv karena mereka tidak mengakui negara Israel – meskipun presiden Tunisia mengatakan kepada ketua parlemen pada November lalu bahwa ia menentang rancangan undang-undang yang akan mengkriminalisasi “normalisasi” dengan Israel karena akan merugikan kepentingan Tunisia.
Namun, hal ini tidak berlaku bagi negara-negara dengan perekonomian yang lebih kuat dan pengaruh yang lebih besar, seperti Arab Saudi dan Mesir, yang memiliki alasan rasional untuk mengambil tindakan terhadap Israel di Mahkamah Internasional.
2. Keengganan menentang Amerika Serikat
Bagi Arab Saudi dan Mesir, keengganan untuk mengambil tindakan tersebut kemungkinan karena kedua negara itu percaya bahwa mereka tidak dapat menentang Amerika Serikat (AS) mengenai isu-isu yang berkaitan dengan Israel.




























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Menarik dan kreatif idenya.
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Berita Terpopuler