BANDA ACEH – Wanita berinisial W menangis histeris karena ketakutan diintimidasi setelah diduga diperkosa oleh Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Jakarta Barat (Jakbar) Anthony Norman Lianto.Korban W mengungkapkan, tindakan intimidasi yang dilakukan pelaku Norman itu terjadi pada Kamis, 7 Desember 2023 atau dua hari setelah pemerkosaan tersebut.
Pada hari itu, W mengatakan, dirinya didatangi oleh sejumlah anak buah pelaku Norman.
Lalu, ia dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan bahwa tidak pernah ada pelecehan seksual yang dilakukan oleh pelaku Norman kepadanya.
Ketika itu, korban W merasa heran karena dirinya belum pernah bercerita pada siapapun terkait peristiwa pemerkosaan yang dialaminya.
“Dia nyuruh aku buat surat pernyataan kalau aku fitnah, bohong, tidak dilecehkan,” kata korban W saat ditemui di kawasan Jakarta Barat.
Ketika didatangi oleh anak buah Norman, korban W mengaku sempat diajak ke suatu tempat. Waktu itu, ia pun merasa ketakutan.
Di tempat itulah, lalu korban W dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan tidak ada pelecehan seksual.
Namun, W menolak tegas menandatangani surat tersebut.
“Terduga pelaku memboyong anak buahnya ke suatu tempat yang aku enggak tau, di sana aku nangis histeris aku enggak mau tanda tangan,” tutur W dikutip dari TribunJakarta.com.
Lebih lanjut, korban W mengungkapkan modus pelaku Anthony Norman melakukan pemerkosaan terhadap dirinya.
Korban berusia 29 tahun itu mengaku diperkosa pelaku Norman pada Selasa, 5 Desember 2023. Pemerkosaan itu terjadi di rumah pelaku.
Awalnya, korban W menjelaskan, dirinya diminta datang ke kantor DPD PSI Jakarta Barat oleh pelaku Norman pada Selasa malam.
“Tapi pada saat saya datang ke sana sepi, enggak ada orang, enggak ada siapa-siapa,” kata korban W.
Di saat kebingungan mendapati kantor PSI yang kosong tak ada orang, tiba-tiba pelaku Norman menghubungi korban W dengan mengajaknya untuk makan malam.
Korban pun disuruh keluar dari kantor DPD menuju sebuah minimarket. Nanti, pelaku Norman berjanji akan menjemputnya di sana.
“Dia mengarahkan saya untuk keluar dari DPD. Saya diarahkan ke tempat lain saya di drop di Indomaret dengan alasan cari makan dulu karena ada makanan rekomendasi yang enak yang dia tahu,” ujar W.
Setelah menunggu, pelaku Norman akhirnya datang menjemput korban W.
Setelah itu, alih-alih kembali ke kantor DPD PSI untuk mengurus pekerjaan, pelaku Norman malah membawa korban W ke rumahnya.
“Tapi pas sampai sana saya dijemput sama pelaku bukan balik ke DPD untuk urusan pekerjaan, saya malah dibawa kabur ke rumahnya,” ucap W.





























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler