BANDA ACEH – Seorang bocah perempuan berusia 13 tahun di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi korban pemerkosaan oleh pria bernama Lazuardi Arham (24) yang dikenalnya melalui Facebook. korban diculik ke luar kota, berhari-hari, berkali-kali diperkosa.Lazuardi dihadirkan oleh polisi dalam konpers pengungkapan kasus ini, di Polrestabes Semarang, Jumat (26/4). Lazuardi mengakui memiliki rasa suka terhadap korban. Begini pengakuannya:
“Saya tidak direstui orang tuanya. Saya setubuhi empat kali. Saya suka,” kata Lazuardi.
Awalnya Ancaman
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang, AKP Agus Tri, mengatakan kasus ini berawal saat pelaku bernama Lazuardi Arham (24) dan korban berkenalan melalui Facebook. Kemudian mereka sepakat bertemu di daerah Mangkang, Kota Semarang, pada Kamis (18/4) sekitar pukul 19.00 WIB di depan sebuah bengkel.
“Korban dipaksa berhubungan badan dengan pelaku di depan bengkel tersebut. Korban berusaha menolak, namun tersangka mengancam korban akan mengeluarkan pisau yang ada di dalam tasnya jika korban tidak mau melakukan hubungan badan,” ujar Agus di Polrestabes Semarang, Jumat (26/4).
“Sehingga membuat korban takut, dan mau melakukan apa yang diperintah oleh tersangka,” tambahnya.
Numpang Truk, Dipaksa Mengamen
Kemudian setelah peristiwa di Mangkang tersebut, pelaku membawa korban ke rumah temannya di daerah Jepara dengan menumpang truk dari Semarang. Di Jepara korban dipaksa mengamen.
“Korban diajak menginap di rumah teman tersangka. Kemudian pagi hari sekitar pukul 07.00 sampai 12.00 siang, korban diajak tersangka ngamen di traffic light Bangsri (Jepara),” jelasnya.
Diperkosa
Agus menyebut, korban diperkosa usai mengamen di lampu merah. Korban yang masih di duduk di bangku SMP itu diminta melayani nafsu bejat pelaku berkali-kali.
“Setelah itu (ngamen) korban diajak beristirahat di gedung kosong di sekitar yang masih berdekatan dengan traffic light tersebut. Kemudian, korban kembali disetubuhi tersangka di teras bangunan tersebut yang dalam keadaan gelap,” jelas dia.
Keesokannya pada Sabtu (20/4) sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku mengajak korban ke rumah salah satu temannya bernama D. Namun ternyata D sudah mengetahui adanya pengumuman tentang hilangnya korban.
“Saksi ini melihat ada pengumuman anak hilang dan mengenali wajah korban. Lalu saksi Dimas menghubungi orang tua korban. Dan orang tua korban menjemput korban di Jepara, selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Semarang,” imbuh dia.
Pelaku lalu diamankan polisi. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler