BANDA ACEH – Konsistensi adalah kunci, kalimat inilah yang seringkali diungkapkan oleh teman-teman biker Road Bike Aceh (RBA) ketika berseloroh di warung kopi yang kerap dijadikan tempat kumpul ketika finish setelah bersepeda pagi hari.
“Tidak perlu panjang lebar berteori fafifu aieo, hadir di Tikum (Titik Kumpul), putar pedal, berkeringat lalu ketawa-ketawa sambil ngopi, itu resep kita kuat bersepeda. Suasana seperti inilah yang memancing produksi hormon endorphin kita,” seloroh Awien sambil tertawa.
“Kami biasa menyapa Bang Win ini dengan panggilan Mendan Dalkot, panggilan ini kami sematkkan kepada yang bersangkutan karean saking konsistennya bersepeda pagi setiap hari, tak pelak lagi kondisi itupun menyebabkan Ketua Road Bike Aceh Zainal Cot Goh memberikan ‘Nota Dinas’ sebagai komandan peloton Dalkot dalam komunitas yang digawanginya,” sambung Awien.
Gobar Dalkot atau Gowes Bareng Rute Dalam Kota sudah berjalan 4 tahun lamanya, dan aktifitas ini menjadi favorit pesepeda jalan raya di kota Banda Aceh yang tergabung dalam komunitas RBA.
“Rute ini kita siapkan untuk mewadahi teman-teman pesepeda yang memiliki keterbatasan waktu di hari-hari kerja, jadi setelah sholat shubuh sebelum beraktifitas kerja kami mengawalinya dengan bersepeda mengelilingi kota Banda Aceh. Selain rutenya singkat sekitar 30 sampai dengan 40 km juga bisa di tempuh dalam waktu kurang dari 60 menit, ini kita lakukan sebelum jalanan kota Banda Aceh padat oleh pengguna kendaraan lainnya baik yang berangkat kerja atau anak-anak pergi ke sekolah,” papar Ketua Road Bike Aceh, Zainal Abidin Cot Goh dalam keterangan tertulisnya yang diterima HARIANACEH.co.id, Jumat Petang (17/5/2024).
“Untuk saat ini rute dalkot juga banyak pilihan, rute-rute tersebut disesuaikan dengan kesepakatan teman-teman di Tikum sebelum kita mulai start di pagi hari. Tikum kita sudah settle di Simpang 5 depan Supermarket Suzuya. Pokoknya datang saja ke Tikum sebelum 6.30 pagi lalu kita foto sedikit, goo…saya jamin abang-abang atau bapak-bapak yang akan bekerja tidak akan terlambat masuk kerja,” timpal Mendan Dalkot Awien Wuzh.
“Speed-pun kita sesuaikan sesuai permintaan peloton, kami memiliki Road Captain Dalkot yang siap menjalankan permintaan tersebut,” tambanya lagi.
Sebenarnya ada hari-hari tertentu terkait kecepatan selama berpeloton.
“Brosurnya Senin – Selasa – Kamis itu biasanya intesitas tinggi, kecepatan rata-rata biasanya 40 up, Rabu dan Jumat itu intensitas rendah, kecepatan rata-rata 30 km – 35 km per jam, tapi kebanyakan praktek di lapangan menyalahi prosedur alias brosur, yah karena kadang-kadang ada permintaan dadakan di tengah perjalanan,” tutur Awien sambil tertawa gelak.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler