BANDA ACEH – Seorang bocah perempuan yang masih berusia lima tahun di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara diduga menjadi korban rudapaksa tetangganya sendiri. Diketahui, korban kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD DR Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, setelah mengalami pendarahan pada bagian sensitifnya, Senin (20/5/2024).
Rasa sakit itu diduga ulah seorang pria yang merupakan tetangganya sendiri.
Saat melakukan pemeriksaan visum hingga menjalani perawatan intensif, korban terlihat harus didorong menggunakan kursi roda akibat kondisi fisiknya yang makin lemah.
Sesekali juga terdengar rintihan kesakitan yang di alami oleh korban saat di periksa di ruang pemeriksaan anak.
Ibu korban kepada wartawan mengatakan, bahwa keluarga mengetahui hal tersebut, setelah anaknya kencing dan mengeluarkan bercak darah.
Awalnya, korban anak tidak berani untuk mengungkap hal yang sebenarnya.
Namun, setelah dibujuk, si anak mengaku dilecehkan oleh seseorang yang dikenal berinisial P, yang mana juga masih terbilang tetangga korban.
“Kita ketahui waktu si anak buang air kecil bercampur darah. Awalnya dia takut untuk menceritakan peristiwa yang dialaminya. Akan tetapi, setelah kita bujuk, dia bercerita telah dicabuli oleh pelaku bernama Peto yang baru saja keluar dari penjara” ucap Ibu korban dengan wajah sedih.
Dia mengatakan, saat ini anak nya sedang dirawat karena mengalami trauma, demam dan infeksi di bagian sensitif kewanitaan.
Dirinya berharap pelaku bisa segera ditangkap polisi.
Sementara itu, kuasa hukum korban, Roberto Sagala meminta pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti kasus ini.
Menurutnya, kasus ini merupakan kasus besar, yang harus segera diselesaikan.
“Kita barharap pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku. Ini kasus tidak biasa dan akan kita kawal sampai selesai” Ucap Roberto Sagala, Senin (20/5/2024).
Dari kronologi kejadian, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti kapan anak ini mendapatkan pelecehan seksual.
Namun, pada hari Kamis kemarin, pihak keluarga telah mendatangi Polres Pematangsiantar untuk membuat laporan, dan kemudian di lanjutkan melalukan visum ke RSUD DR Djasamen Saragih.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Made Wira mengatakan, telah menerima laporan resmi korban.
Pihaknya pun saat ini sedang mendalami kasus, dengan memeriksa saksi-saksi pelapor.
AKP Made Wira mengungkap kan, pihak nya juga telah memiliki identitas terduga pelaku, dan akan segera menindaklanjuti dan memastikan informasi tersebut.
“Kita telah menerima laporan, dan saat ini sedang kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi” Ucap Kasat saat diwawancari di Mako Polres Pematangsiantar.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler