BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Taman Seni Budaya menggelar temu karya se-Indonesia yang diikuti 19 provinsi. Agenda tersebut menjadi ajang silaturahmi antar daerah di Indonesia.
Kegiatan temu karya yang mengusung tema Etalase Nusantara Titian Masa Kini Replika Masa Lalu itu berlangsung di Halaman Taman Seni Budaya Aceh mulai 1 hingga 6 Desember. Tuan rumah kegiatan itu berbeda setiap tahunnya.
Ketua Forum Taman Budaya Se-Indonesia, Ari Heriyanto, menyebutkan, Aceh tahun ini tunjuk menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-23. Kegiatan itu tahun lalu dilaksanakan di Jawa Barat dan tahun 2025 akan dilaksanakan di Kalimantan Selatan.
Ari menyebutkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin tali silahturahmi dan kekompakan antar taman budaya di seluruh Indonesia, sebagai sarana publikasi akan eksistensi taman budaya kepada masyarakat dan langkah nyata dalam merajut kebhinekaan melalui budaya.
“Tugas kita tidak mudah karena di era globalisasi saat ini generasi muda kita besar peluangnya terpengaruh budaya asing jangan sampai generasi muda kita lebih menyukai dan mengenal budaya asing dibanding budayanya sendiri,” kata Ari.
Ari berharap, kegiatan itu dapat terus berjalan di masa yang akan datang dan selalu lebih baik dalam pelaksanaannya dari tahun ke tahun.
“Saya atas nama forum taman budaya mengucapkan terimakasih kepada tuan rumah atas kerja kerasnya sehingga acara ini bisa terselenggara tentu ini juga tidak luput dukungan dari berbagai pihak,” tutur Ari.
Kepala Disbudpar Aceh Almuniza Kamal melalui Kepala Bidang Pemasaran T. Hendra Faisal menyebutkan, budaya lahir dan berkembang melalui sistem yang memberikan jiwa dan identitas bagi masyarakatnya, segala kebudayaan masa lalu adalah perwujudan aktivitas dari pengalaman nilai-nilai oleh masyarakatnya.
“Hari ini pasca arus besar globalisasi yang mendorong perubahan itu menjadikan kehidupan yang serba cepat serta kehidupan yang mengeksploitasi kebudayaan tanpa kesadaran bahwa kebudayaan itu bersifat identitas sehingga kedepannya kita tidak sekedar menghadirkan kesenian,” kata Hendra.
Menurutnya, seni dan budaya merupakan etalase peradaban bangsa. Lewat kegiatan tersebut, Disbudpar berharap taman budaya mampu memanfaatkan momentum itu sehingga berfungsi secara aktif sebagai kebangkitan seni yang tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga memberdayakannya.
“Kehadiran para tamu di Aceh adalah sebuah kehormatan besar bagi kami dan sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk memuliakan saudara-saudara sekalian karena kita punya satu adat di sini yaitu pemulia jame artinya seluruh tamu harus dimuliakan,” ucap Hendra.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler