BANDA ACEH – Tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2025 telah resmi dimulai, mencakup program studi keagamaan di bawah Kementerian Agama dan program studi umum di bawah Kemendikti Saintek.
Acara peluncuran PMB jalur Kementerian Agama ini diresmikan oleh Menteri Agama, Prof Nasaruddin Umar, di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang pada Selasa (3/12/2024).
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menekankan bahwa PMB tidak hanya sekadar proses penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga sebagai sarana untuk melihat tumbuh kembang peserta didik melalui pendidikan.
“Saya ingin memaknai PMB ini secara khusus dan simbolik, transformasi dari suatu tahapan perkembangan studi,” ujar Menag.
Mengutip ahli psikoanalisa Sigmund Freud, Menag menyampaikan bahwa terdapat lima tahapan fase perkembangan anak manusia, yaitu: Fase Oral, Fase Anal, Fase Phallic, Fase Laten, dan Fase Genital. Fase Genital dianggap krusial saat anak berada pada masa remaja dan memasuki jenjang kuliah di perguruan tinggi.
“Oleh karena itu, PMB jangan hanya dijadikan sebagai ajang penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga sebagai media transformasi kesadaran dan transformasi spiritual untuk pematangan anak-anak ke masa depan,” tambah Prof Nasaruddin.
PMB PTKIN 2025 sama seperti seleksi pada tahun sebelumnya dibagi dalam dua jalur utama, Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN). Selain itu, ada juga seleksi mandiri yang dilakukan setelah tahapan seleksi PMB jalur nasional dilaksanakan.
Selanjutnya pada Rabu, 11 Desember 2024, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 juga meluncurkan PMB jalur Kemendikti Saintek. Dalam menjalankan tiap prosesnya, panitia menerapkan prinsip FETALA yang merupakan akronim dari Fleksibel, Efisien, Transparan, Adil, Larangan Berkonflik, dan Akuntabel.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof Eduart Wolok, menyampaikan bahwa tidak ada perubahan signifikan dari seleksi di tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada kendala meskipun di tahun ini terdapat perbedaan pada kementerian yang menaungi antara SMA dengan perguruan tinggi.
“Siswa SMA yang akan mengikuti SNPMB di 2025 memiliki tiga pilihan proses seleksi, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan seleksi mandiri. Adapun kuota untuk PTNBH untuk SNBP minimal 20%, SNBT minimal 30%, dan seleksi mandiri minimal 50%,” ujar Eduart.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, yang turut hadir secara daring dalam acara tersebut, menyatakan bahwa PMB PTKIN 2025 harus ditatap dengan penuh optimisme untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) anak bangsa.






























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler