MENGUTIP dari laman kompas.com (19/12/2024), perkumpulan mahasiswa hingga K-popers bakal turun ke jalan untuk menyuarakan aksi mereka menolak kenaikan PPN 12 persen yang mulai diterapkan pada 1 Januari 2025 di depan Istana hari ini, Kamis (19/12/2024). Massa aksi mulai dari mahasiswa, akademisi, pencinta anime Jepang (Wibu) hingga penggemar Kpop atau budaya Korea (K-popers) akan berdemo di depan Istana.
Generasi Z (Gen Z) dikenal sebagai generasi yang aktif, kritis, dan peduli terhadap isu-isu sosial. Tidak heran jika kepedulian mereka terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat, seperti kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), menjadi sorotan. Penolakan terhadap kebijakan ini bukan hanya wujud keberpihakan kepada rakyat, tetapi juga langkah awal untuk memahami lebih dalam akar masalah yang sebenarnya. Namun, perjuangan ini perlu dibangun dengan kesadaran politik Islam agar membawa perubahan yang hakiki.
Gen Z: Kekuatan Umat yang Potensial
Gen Z, yang dikenal sebagai generasi digital, memiliki potensi besar untuk membawa perubahan di tengah masyarakat. Kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial menunjukkan adanya rasa tanggung jawab terhadap kondisi bangsa. Namun, kepedulian ini harus diarahkan dengan benar. Tidak cukup hanya menolak kebijakan yang menyengsarakan rakyat, seperti pajak, tetapi juga memahami akar masalahnya.
Kebijakan pajak yang menekan rakyat adalah salah satu buah dari sistem kapitalisme. Dalam sistem ini, pajak menjadi sumber pendapatan utama negara untuk membiayai berbagai kebutuhan. Namun, mirisnya, hasil pembangunan yang dibiayai dari pajak sering kali tidak dirasakan oleh semua rakyat, terutama mereka yang berada di lapisan bawah. Oleh karena itu, perjuangan Gen Z tidak cukup hanya menolak pajak, tetapi juga harus menyasar pada akar masalah, yaitu sistem kapitalisme itu sendiri.
Kesadaran Politik: Langkah Awal Perubahan
Untuk membawa perubahan yang hakiki, Gen Z perlu memahami bahwa sistem kapitalisme bukanlah satu-satunya jalan. Sistem ini telah terbukti menghasilkan kesenjangan sosial, eksploitasi, dan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kesadaran politik yang sahih diperlukan agar perjuangan mereka tidak berhenti pada isu pajak saja, tetapi juga merambah pada sistem kehidupan yang menjadi akar dari berbagai permasalahan.
Islam menawarkan alternatif solusi yang komprehensif dan berkeadilan. Dalam Islam, pajak bukanlah sumber utama pendapatan negara. Islam memiliki sistem ekonomi yang berlandaskan keadilan, dengan sumber pendapatan yang tidak membebani rakyat, seperti zakat, kharaj, dan hasil pengelolaan sumber daya alam. Dengan memahami ini, Gen Z dapat melihat bahwa ada sistem alternatif yang lebih berpihak kepada rakyat.
Pendidikan Politik untuk Gen Z
Pendidikan politik menjadi salah satu elemen penting dalam membangun kesadaran Gen Z. Sayangnya, pendidikan politik sering kali diabaikan atau hanya dipahami secara sempit. Islam melihat potensi besar Gen Z sebagai agen perubahan hakiki. Oleh karena itu, penting untuk memberikan mereka pendidikan politik Islam yang mampu membekali mereka dengan pemahaman yang benar tentang sistem kehidupan yang ideal.






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…