BANDA ACEH – Rodrigo Duterte adalah sosok kontroversial dalam sejarah Filipina. Lahir di Maasin pada 28 Maret 1945, perjalanan hidup Duterte yang panjang menorehkan jejak sebagai Wali Kota Davao dan kemudian Presiden ke-16 Filipina.Nama Rodrigo Duterte kembali menjadi sorotan setelah Polisi Filipina menangkap mantan Presiden Filipina Duterte. Penangkapan ini dilakukan setelah the International Criminal Court (ICC) mengeluarkan surat perintah yang menuduhnya melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan atas “perang melawan narkoba” yang mematikan.
Mengutip BBC, Selasa (11/3/2025), pria berusia 79 tahun itu ditahan polisi tak lama setelah kedatangannya di Bandara Manila dari Hong Kong.
Ia tidak meminta maaf atas tindakan keras antinarkoba yang menyebabkan ribuan orang terbunuh saat menjabat sebagai Presiden Filipina pada 2016-2022.
Setelah penangkapannya, ia mempertanyakan dasar surat perintah itu, dengan bertanya: “kejahatan apa yang telah saya lakukan?”
Mantan juru bicara kepresidenan Duterte, Salvador Panelo mengecam penangkapan itu. Ia menyebutnya melanggar hukum karena Filipina menarik diri dari ICC pada 2019.
Sebelumnya, ICC menuturkan memiliki yurisdiksi di Filipina atas dugaan kejahatan yang dilakukan sebelum negara itu menarik diri sebagai anggota.
Akan tetapi, aktivis menyebut penangkapan itu sebagai momen bersejarah bagi mereka yang tewas dalam perang narkoba, demikian disampaikan the International Coalition for Human Rights in the Philippines (ICHRP).
“Jalannya moralitas masih panjang, tetapi hari ini, jalannya telah mengarah ke keadilan. Penangkapan Duterte adalah awal dari pertanggungjawaban atas pembunuhan massal yang menandai pemerintahan yang brutal,” ujar Chairman ICHRP Peter Murphy.
Berikut profil singkat dan perjalanan karier mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte:
Profil Rodrigo Duterte
Rodrigo Duterte, seorang politikus dan pengacara Filipina memiliki latar belakang keluarga yang berpengaruh. Ayahnya menjabat sebagai Gubernur Davao, sementara ibunya adalah seorang aktivis masyarakat yang berperan penting dalam Gerakan kekuatan rakyat yang menggulingkan Presiden Otoriter Ferdinand Marcos. Hal ini turut membentuk pandangan Politik dan kepribadiannya sejak muda.
Selama masa jabatan sebagai Wali Kota Davao, pria kelahiran 28 Maret 1945 ini berhasil menurunkan angka kejahatan secara signifikan. Ia menerapkan kebijakan yang keras terhadap kejahatan, yang meskipun kontroversial, membuahkan hasil dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman di Davao City. Namun, metode yang digunakan seringkali menuai kritik dari organisasi HAM internasional.





























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler