Organisasi Hak Asasi Manusia dan pejabat Katolik Roma menentang pertumpahan darah itu, tetapi Duterte menanggapinya dengan menuduh gereja melakukan korupsi dan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Duterte menjabat sebagai Presiden Filipina hingga 2022.































































































Beri Komentar