BANDA ACEH – Komedian Temon Templar pernah mengalami kejadian tak enak terkait data pribadinya. Nomor ponsel pribadinya pernah tersebar hingga ditawari pinjaman online oleh orang tak dikenal.
Pemilik nama asli Simson Rarameha ini pun mengingatkan untuk tak sembarangan dalam memberikan data pribadi, termasuk nomer identitas dan ponsel.
“Sering data-data kita bocor. Sering disalahgunakan, banyak hal-hal yang diluar dugaan, kita dihubungi oleh yang tidak kita kenal,” kata Temon saat mengisi webinar “Menyoal Komersialisasi Data” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan DPR, Selasa (21/6/).
“Akhirnya yang menghubungi kita, pinjaman online padahal enggak pernah ajukan pinjaman,” lanjutnya.
Temon Templar (Istimewa)
Komedian yang kerap tampil bareng Abdel Achrian ini pun mengingatkan untuk berhati-hati di Internet dan tidak asal memberikan data-data pribadi karena rawan diselewengkan orang. “Kalau mengisi data harus tahu dulu untuk kepentingan apa, dan menyerakan kepada siapa,” terang Temon..
Selain Temon, webinar “Menyoal Komersialisasi Data” juga menghadirkan anggota Komisi I DPR RI, Hasbi Anshory, S.E., M.M.. Secara khusus ia menyoroti pentingnya kehadiran negara dalam perlindungan data pribadi. Menjaga privasi dan melindungi data pribadi menjadi hal yang sangat penting di tengah majunya perkembangan teknologi digital.
“Meningkatnya jumlah insiden kebocoran menyebabkan lebih banyak risiko bagi masyarakat. Penyalahgunaan berpotensi menimbulkan konsekuensi cukup signifikan, seperti pengambilan nama atau penggunaan layanan korban berdasarkan identitasnya. Data yang dijual di pasar gelap dapat digunakan untuk pemerasan, eksekusi penipuan dan skema phishing, hingga pencurian uang secara langsung,” kata Hasbi Anshory.
Di momen tersebut, Hasbi Anshory juga memohon dukungan masyarakat agar Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang tengah digodog di DPR RI bisa rampung secepatnya.
“Perlindungan data pribadi merupakan hak asasi yang wajib diunding dengan aturan hukum yang tegas. RUU Perlindungan pribadi merupakan jawaban atas ketiadaan payung hukum yang memadai dalam melakukan perlindungan data pribadi,” pungkas Hasbi Anshory.
Hadir pula sebagai pembicara webinar “Menyoal Komersialisasi Data” Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc., M.M, dan perwakilan Forum Dosen Indonesia, M. Yunus. Adapun acara dipandu oleh moderator Awalludin, dengan host Annisa Tanzillah.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler