BANDA ACEH – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menduga-duga ada permainan hendak menargetkannya sebagai target jika hanya beberapa podcaster saja yang dilakukan pemanggilan di kasus ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia heran mengapa sampai namanya ikut terseret hingga menjadi orang yang dipanggil dalam kasus tersebut.”Menurut saya kalau misalnya cuma 4 podcaster yang dipanggil, ini dugaan subjektif saya, menduga-menduga bahwa jangan-jangan ini ada permainan mau target-target saya dan podcaster lainnya. Saya bisa pastikan itu 1.000 persen (kriminalisasi) kalau misalnya akan dipanggil begitu,” ujar Samad dalam Podcast SindoNews To The Point Aja di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Jika yang menjadi persoalan adalah podcast miliknya bersama pihak terlapor kasus tersebut, mengapa hanya dirinya saja yang dipanggil.
Padahal, banyak sekali podcaster yang memuat isu tentang kasus ijazah Jokowi, termasuk media-media mainstream. Podcast itu dibuat karena dia hanya ingin memberitakan tentang isu itu saja sekaligus memberikan pendidikan pada masyarakat Indonesia tentang hukum.
“Saya kan termasuk yang memberitakan tentang kasus itu. Karena saya tak mau ikut-ikutan seperti mereka kalau ada yang menuding itu langsung saya laporkan. Karena mau mengajar rakyat Indonesia supaya pintar menggunakan hukum, tak semena-mena kalau ada apa-apa langsung melaporkan itu walaupun bisa loh langsung saya laporkan, saya bisa laporkan balik,” katanya.
Menurut Samad, jika pemanggilannya oleh polisi di kasus tudingan ijazah palsu untuk membuat terang perkara, dia siap memenuhinya. Sebaliknya, jika pemanggilan itu dilakukan untuk menjadikannya sebagai target belaka atau bentuk kriminalisasi terhadapnya oleh oknum tertentu, dia pasti bakal melawannya.
“Tapi kalau saya dipanggil dengan tujuan menarget saya, ingin men-TO saya, wah tunggu dulu, ini akan saya lawan karena menurut saya ini tak boleh dibiarkan,” ucapnya.
Dia menerangkan hukum memiliki fungsi mengatur tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan. Hukum tak boleh digunakan sebagai alat untuk menargetkan seseorang.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler