BANDA ACEH – Duta Besar Rusia di Jakarta, Sergei Tolchenov, akhirnya memberikan keterangan mengenai keberadaan Satria Arta Kumbara, eks TNI AL yang dikabarkan bergabung dengan militer Rusia dan kini meminta dipulangkan ke Indonesia.Tolchenov tidak secara gamblang memastikan posisi Satria Arta Kumbara, namun ia menegaskan ada peluang bagi warga asing untuk menjadi bagian dari angkatan bersenjata Rusia.
“Bagi warga negara asing yang sudah berada di wilayah Rusia dan ingin bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia, ini memungkinkan, untuk menandatangani kontrak,” ujar Dubes Rusia tersebut dalam konferensi pers di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa keanggotaan dalam militer Rusia terbagi dua, yakni wajib militer untuk pemuda Rusia selama satu tahun dan jalur kontrak profesional.
Menurut Tolchenov, jalur kontrak inilah yang memungkinkan seseorang, termasuk warga asing, bergabung dengan pasukan Rusia.
Dia menambahkan bahwa jika ada warga Indonesia yang resmi masuk ke wilayah Rusia, secara hukum dimungkinkan untuk menandatangani kontrak dengan angkatan bersenjata.
Namun, Dubes Rusia menekankan bahwa konsekuensi dari tindakan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu yang bersangkutan.
“Dan saya yakin begitu, orang ini melakukannya. Tetapi semua konsekuensi lain ada pada dia, karena, Anda tahu, cukup banyak negara melarang kegiatan semacam itu,” jelasnya.
Tolchenov mengingatkan bahwa banyak negara melarang warganya menjadi tentara asing, termasuk Australia dan Selandia Baru yang pernah ia tangani saat bertugas di Moskow.
“Saya tidak tahu apa aturannya di sini di Indonesia, dalam konstitusi Anda, dalam undang-undang Anda. Tetapi jika Pak Kumbara melanggar aturan Indonesia, itu adalah tanggung jawab pribadinya,” ungkap Dubes Rusia itu.
Ia menambahkan, sebagai warga negara Indonesia, Satria Kumbara seharusnya memahami aturan yang berlaku di tanah airnya.
Tolchenov sendiri mengaku mengetahui kisah Satria Kumbara hanya dari media di Indonesia, bukan dari laporan resmi.
Dia bahkan sudah menanyakan langsung ke atase militer soal prosedur pendaftaran tentara asing, tetapi tidak menemukan informasi terkait.
“Karena, ya, saya ingin memberitahu Anda secara resmi bahwa Kedutaan Besar Rusia di Jakarta atau Kedutaan Besar Rusia di Eropa, kami tak melakukan pendaftaran untuk angkatan bersenjata Rusia,” ujarnya.
Kasus Satria Kumbara ini menjadi perhatian publik sejak video dirinya viral di media sosial pada Mei lalu.
Dalam unggahan akun TikTok @zstorm689, tampak seorang pria mengenakan seragam TNI AL sekaligus seragam militer Rusia yang kemudian diidentifikasi sebagai Satria.















































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler