EDUKASI
EDUKASI

Akademisi Sebagai Khalifah yang Mengabdi dan Berbuat Baik

BANDA ACEH – Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK), Darussalam, Kota Banda Aceh dipadati jamaah Jumat yang khusyuk mendengarkan khutbah yang disampaikan Prof. Dr. H. Syahrizal Abbas, MA., Jumat (29/8/2025).

Dalam khutbahnya, beliau menekankan tanggung jawab seorang mukmin, khususnya kalangan akademisi, dalam mengamalkan kecerdasan intelektual, moral, etika, dan sosial yang dianugerahkan Allah SWT, dengan senantiasa berlandaskan ajaran agama.

Prof. Syahrizal mengingatkan bahwa manusia diberi amanah sebagai khalifah di muka bumi, sehingga setiap individu memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan alam, berbuat kebaikan, dan memberi manfaat bagi sesama. “Sebagai khalifah, kita tidak hanya mengelola ilmu dan harta, tetapi juga memakmurkan bumi dan menebar kebaikan bagi semua makhluk,” ujarnya.

Beliau menjelaskan bahwa kewajiban ini sejalan dengan firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat 90, yang menekankan pentingnya berlaku adil, berbuat kebajikan, membantu keluarga, serta menjauhi perbuatan tercela, kemungkaran, dan permusuhan.

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran,” kutip Prof. Syahrizal.

Lebih jauh, beliau menguraikan lima tanggung jawab utama insan akademis. Pertama, menegakkan keadilan (al-‘adlu), yang menjadi prinsip utama dalam mengajar, menilai, dan berinteraksi. Kedua, melakukan kebaikan (al-ihsan), dengan memberi kontribusi lebih dan menunjukkan empati kepada sesama.

Tanggung jawab ketiga adalah menjaga silaturahmi melalui bantuan kepada kerabat (wa ita’i dzil qurba), mengingatkan pentingnya keberpihakan tidak hanya kepada lingkungan profesional, tetapi juga keluarga. Keempat, menjauhi perbuatan keji (wan nahyi anil fahsya), baik di kampus maupun di kehidupan sehari-hari. Kelima, menolak kemungkaran dan permusuhan (wal munkar wal baghyi), dengan menjadi agen perdamaian, kerukunan, dan harmoni sosial.

Prof. Syahrizal menambahkan contoh konkret dari Rasulullah SAW. Beliau menceritakan bagaimana Rasulullah membimbing para sahabat dengan tuntunan Allah SWT sehingga mereka menjadi hamba yang tunduk kepada-Nya sekaligus mampu memikul amanah sebagai khalifah. Rasulullah Saw mengajarkan untuk menegakkan keadilan dalam urusan kaum muslimin, menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, sehingga mereka mampu memadukan ketaatan kepada Allah dan kepemimpinan yang adil.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website