BANDA ACEH – Update kasus keracunan massal diduga akibat menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jumlah korban mencapau 619 siswa dari berbagai sekolah yabg dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG hingga Rabu (24/9/2025).
Peristiwa keracunan MBG ini terjadi di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas. Di Cipongkor, korban berasal dari siswa SMK Karya Perjuangan, MTs dan MA Syarif Hidayatullah. Sementara di Cihampelas, 52 siswa SMK Negeri 1 Cihampelas juga dilaporkan mengalami gejala serupa.
Berdasarkan data, total ada sembilan sekolah yang siswanya terpapar keracunan. Di antaranya SMK Karya Perjuangan, MI 3 Cipongkor, MI Mulyadarma, SDN 1 Cipongkor, MI Syahida, MTs Syahida, MA Syahida, MTs Mana’arul Huda, dan SMK Babakan Gunkar.
Para siswa mengeluhkan gejala mulai dari pusing, mual, muntah hingga ada yang mengalami kejang-kejang. Ratusan siswa harus mendapat penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Sebanyak 183 orang dirawat di Posko GOR Cipongkor, 48 di Poned, 189 di GOR Desa Sarinagen, 103 di Puskesmas Citayem, 34 di Klinik Marisa, 17 di Klinik Permata Hati, 45 di RSIA Anugrah serta 19 siswa di Cihampelas yang membutuhkan perawatan lebih intensif.
Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB Dadang A Sapardan mengungkapkan, kasus kali ini berbeda dengan insiden sebelumnya.
“Hasil monitoring dan laporan sementara korban keracunan lumayan banyak, ini masih koordinasi dengan dinkes untuk penanganannya,” ujarnya dikutip dari iNews Bandung Raya, Rabu (24/9/2025).
Dadang menambahkan, sumber makanan keracunan kali ini berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasirsaji di Cipongkor. Bukan dari dapur SPPG sebelumnya di Desa Cipari yang sempat ditutup sementara oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.
“Jadi ini pasokan makanannya dari dapur SPPG yang berbeda dengan lokus dan sekolah yang berbeda dari yang kemarin,” katanya.
Seorang siswi MTs Syarif Hidayatullah Jihan menceritakan kronologi sebelum dia merasa tidak enak badan.
“Pas dimakan enak, tapi enggak lama banyak teman-teman yang mual dan pusing,” ujarnya.
Menu MBG yang disantap para siswa saat itu berupa nasi, ayam, sambal, tahu, dan sayur. Tidak lama setelah makan, sejumlah siswa langsung mengalami gejala hingga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat




























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler