UPDATE

OPINI
OPINI

Pembeda Dua Wajah

Oleh: Ahmadi Thaha 1

ADA semacam penyakit sosial yang belakangan ini menyebar lebih cepat daripada flu musiman, lebih ganas ketimbang hoaks minyak goreng, dan lebih licin daripada belut sawah yaitu penyakit gagal mengenali wajah orang dari foto.

Atau, kalau mau dibalik sedikit agar lebih adil, penyakit memaksa dua wajah berbeda agar terlihat sama. Gejalanya khas, berulang, dan anehnya kini bukan hanya menyerang warga media sosial, tapi juga merembet ke ruang-ruang resmi penegakan hukum.

Gejalanya hampir selalu sama. Orang-orang melihat dua gambar, entah hitam-putih atau berwarna, entah resolusi tinggi atau buram seperti ingatan tentang mantan yang tak sempat pamit, lalu berkata, “Lho, ini jelas bukan orang yang sama.”

Reaksi ini spontan, wajar, dan manusiawi, karena mata jutaan rakyat tidak bisa berbohong. Namun, anehnya, reaksi semacam itu justru bisa berujung masalah hukum. Seolah-olah mata rakyat harus tunduk pada satu versi penglihatan resmi.

Berita Lainnya:
Rocky Gerung Singgung Tukang Kayu jadi Tahanan hingga ‘Tut Wuri Malsuin Ijazah’

Mari kita jujur sejak awal. Ambil contoh dua foto wajah yang saya jadikan ilustrasi. Sekedar ilustrasi saja, tanpa maksud aneh-aneh. Secara kasat mata, dan ini bukan perasaan, tapi pengamatan Anda yang jeli, hidung pada kedua foto itu berbeda postur.

Tak perlu mata melotot atau alat canggih. Cukup lihat dengan tenang. Hidung foto yang satu ujungnya sedikit menunduk ke bawah, berujung lancip dengan bibir lubang melengkung. Sementara hidung foto yang satu lagi ujungnya mendongak bulat, dengan bibir lubang rata.

Ini bukan soal besar-kecil hidung. Ini soal arah ujung hidung. Dalam anatomi wajah, ujung hidung bukan figuran. Ia penentu karakter. Betul, usia bisa membuat hidung tampak lebih panjang. Tapi jarang dan memang amat jarang, usia membuat postur hidung banting setir dari menunduk ke mendongak, dari lancip ke bulat. Kecuali, tentu saja, hidung itu pernah menjalani operasi besar atau punya riwayat benturan fisik dengan pintu mobil.

Berita Lainnya:
Ijazah Jokowi Asli, tapi Pemiliknya Palsu

Alis pun tak kalah cerewet bersaksi. Alis foto yang satu lurus, menipis ke samping dan kalem, seperti orang yang hidupnya relatif minim drama. Sementara alis foto yang lain melengkung tebal dan anggun, seolah selalu siap mengangkat satu alis sambil berkata, “Serius kamu nanya begitu?”

Rambut alis memang bisa dicukur, ditipiskan, atau dibentuk ulang oleh salon dan niat hidup baru. Tapi karakter lengkung dasarnya jarang berubah. Alis itu seperti logat daerah. Bisa coba ditutup-tutupi, tapi akan muncul juga saat emosi datang.

image_print
Catatan Kaki:
  1. Penulis adalah Wartawan Tempo (eks), pendiri Republika, pemred tablo Tekad; Sekjen Persatuan Umat Islam; Pengasuh Ponpes Manbaul Ulum Cirebon; staf ahli DPR; anggota MUI Pusat[]
1 2 3 4 5
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

22 Feb 2026

Dari Data ke Empati
A

Redaksi

22 Feb 2026

Atas Nama Bencana
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
A

Rosadi Jamani

20 Feb 2026

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
A

Paulus Laratmase

20 Feb 2026

Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial
A

Tabrani Yunis

20 Feb 2026

Perjalanan Suci Sang Mentari
A

Redaksi

20 Feb 2026

Personal Branding
A

Redaksi

20 Feb 2026

Filosofi Jarimu
A

Tabrani Yunis

19 Feb 2026

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan

Reaksi

Berita Lainnya