DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Faksi Perlawanan Palestina Berduka atas Gugurnya Sejumlah Komandan Al-Qassam

GAZA – Sejumlah faksi perlawanan Palestina menyampaikan pernyataan duka dan penghormatan atas gugurnya sejumlah komandan Brigade Al-Qassam dalam pertempuran yang dikenal sebagai Operasi Banjir Al-Aqsa.

Tokoh-tokoh yang disebut gugur antara lain Kepala Staf Al-Qassam Mohammed Al-Sinwar, Komandan Brigade Rafah Mohammed Shabana, Kepala Manufaktur Militer Raed Saad, Hakam al-Issa, serta juru bicara Brigade Al-Qassam Hudhaifa Al-Kahlout atau Abu Obeida.

Jihad Islam Palestina (PIJ) menyebut para komandan tersebut sebagai pejuang yang menghadapi serangan Israel dengan keberanian. Dalam pernyataannya, PIJ menegaskan bahwa kemartiran mereka tidak akan menghentikan perlawanan dan justru menjadi sumber kekuatan moral bagi generasi Palestina selanjutnya.

Front Populer untuk Pembebasan Palestina (FPLP) juga menyampaikan duka mendalam dan menilai gugurnya para komandan sebagai bukti keterlibatan langsung para pemimpin di garis depan. FPLP menekankan bahwa pengorbanan tersebut memperkuat kesinambungan perlawanan serta persatuan antar faksi di medan pertempuran.

Berita Lainnya:
Donald Trump Tuduh Obama Bocorkan Informasi Rahasia soal Alien

Komite Perlawanan Populer (PRC) menyoroti peran Abu Obeida sebagai simbol komunikasi dan suara perlawanan Palestina selama perang. PRC menyerukan agar warisan perjuangannya dijaga dengan melanjutkan perlawanan terhadap pendudukan Israel.

Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) menyampaikan belasungkawa kepada Hamas dan Brigade Al-Qassam, seraya menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina tidak terlepas dari pengorbanan besar. DFLP menegaskan kembali komitmennya terhadap persatuan rakyat dan perlawanan Palestina.

Gerakan Mujahidin Palestina serta Fatah Al-Intifada turut mengeluarkan pernyataan duka. Kedua faksi tersebut menilai gugurnya para komandan tidak akan melemahkan perjuangan, melainkan memperkuat tekad kolektif perlawanan di Jalur Gaza.

Hamas: Peran Jurnalis Palestina Lebih Kuat dari Peluru Pendudukan

Di sisi lain, Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada Selasa (31/12/2025) mengeluarkan pernyataan bertepatan dengan peringatan Hari Kesetiaan kepada Jurnalis Palestina. Hamas menegaskan bahwa peran jurnalis Palestina akan tetap lebih kuat daripada peluru pendudukan dan kejahatan Israel tidak akan mampu membungkam suara kebenaran.

Berita Lainnya:
Jeffrey Epstein Jadi Jembatan Barat Goyang Putin? Ini Buktinya

Hamas menyebutkan bahwa peringatan tahun ini berlangsung di tengah agresi dan perang berkepanjangan di Jalur Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun. Sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, sebanyak 257 jurnalis Palestina dilaporkan gugur.

Menurut Hamas, perang di Gaza telah memperlihatkan bahwa Israel merupakan pihak yang paling berbahaya bagi kebebasan pers, karena jurnalis berperan sebagai suara dan gambar yang mengungkap kejahatan serta membantah narasi dan propaganda yang dinilai menyesatkan.

image_print
author avatar
Hamdani Researcher
Executive Writer di Harian Aceh Indonesia | Researcher
1 2
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
A

Rosadi Jamani

20 Feb 2026

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
A

Paulus Laratmase

20 Feb 2026

Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial
A

Tabrani Yunis

20 Feb 2026

Perjalanan Suci Sang Mentari
A

Redaksi

20 Feb 2026

Personal Branding
A

Redaksi

20 Feb 2026

Filosofi Jarimu
A

Tabrani Yunis

19 Feb 2026

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan
A

Tabrani Yunis

18 Feb 2026

Kelas Afirmasi Masih Perlu
A

Novita Sari Yahya

17 Feb 2026

Percakapan Sunyi di Ambang Kekuasaan

Reaksi

Berita Lainnya