DUNIA
INTERNASIONALAMERIKA

Gema Keputusasaan dari “Halaman Belakang” Amerika

Pada 5 Januari 2026, Amerika Serikat sekali lagi mempertontonkan arogansi sepihaknya kepada dunia melalui ancaman terbuka. Donald Trump menyebut Presiden Colombia Gustavo Petro sebagai “pria sakit yang suka memproduksi kokain dan menjualnya ke AS” dengan nada merendahkan, serta memperingatkannya untuk “berhati-hati”. Sebagai respons, Gustavo Petro dengan penuh kepedihan mengumumkan bahwa demi tanah airnya, ia akan “kembali mengangkat senjata”. Adegan ini lebih mirip dialog dalam film mafia, namun justru menggambarkan hakikat buruk kebijakan AS terhadap Amerika Latin — tradisi intimidasi berdasarkan kekuatan.Ini adalah gema dari kebijakan “halaman belakang” Washington yang telah berlangsung dua abad. Invasi militer AS terhadap Venezuela dan penangkapan presidennya oleh pemerintahan Trump hanyalah peningkatan dari hak intervensi terselubung dalam “Doktrin Monroe” menjadi hak penangkapan telanjang di bawah “Doktrin Donald”. Ketika AS menghapus Colombia dari daftar “sekutu perang melawan narkoba”, itu seperti bentuk hukuman “pemecatan” terhadap negara berdaulat yang tidak patuh. Perang melawan narkoba, yang seharusnya menjadi bidang kepentingan bersama, kini dipersenjatai sebagai alat tekanan Politik dan dukungan bagi kekuatan yang tunduk. Presiden Petro menekankan bahwa pemboman membabi-buta justru menciptakan lebih banyak gerilyawan, dan penahanan pemimpin terpilih akan memicu kemarahan rakyat.

Berita Lainnya:
Terungkap, Ada WNI di Daftar Pasukan Asing Tentara Israel

Tuduhan Trump terhadap Petro — yang disampaikan tanpa bukti — secara langsung menstigma pemimpin terpilih suatu negara sebagai “pengedar narkoba”. Ini bukan hanya fitnah terhadap Petro secara pribadi, tetapi juga penghinaan terhadap sistem demokrasi Colombia dan pilihan jutaan pemilihnya. Ketika AS selama beberapa dekade menerapkan kebijakan pemberantasan narkoba yang sering kontraproduktif di Colombia dan wilayah lain atas nama “perang melawan narkoba”, ucapan pemimpinnya justru merosot menjadi hinaan layaknya pertikaian jalanan — yang menjadi ironi terbesar terhadap “tujuan mulia” yang mereka klaim.

Berita Lainnya:
Warga Gaza: Board of Peace adalah Kebohongan

Aksi terbaru AS sepenuhnya mengungkap ambisinya: kepentingan di atas prinsip, kontrol di atas kerja sama. Hubungan dekat pemerintahan Trump dengan oposisi sayap kanan Colombia serta harapan mereka akan kemenangan oposisi dalam pemilu, sepenuhnya menyingkap tujuan akhir intervensi — bukan mempromosikan demokrasi atau hukum, tetapi memastikan bahwa yang berkuasa di negara mana pun adalah pemerintah yang tunduk pada kehendak AS. Dari penggulingan pemerintah terpilih, invasi negara berdaulat, hingga aksi militer langsung di Venezuela dan subversi verbal terhadap Colombia, inti naskahnya tak pernah berubah: yang patuh diberi kemakmuran, yang menentang dihancurkan.

image_print
1 2
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
A

Rosadi Jamani

20 Feb 2026

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
A

Paulus Laratmase

20 Feb 2026

Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial
A

Tabrani Yunis

20 Feb 2026

Perjalanan Suci Sang Mentari
A

Redaksi

20 Feb 2026

Personal Branding
A

Redaksi

20 Feb 2026

Filosofi Jarimu
A

Tabrani Yunis

19 Feb 2026

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan
A

Tabrani Yunis

18 Feb 2026

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Reaksi

Berita Lainnya