BANDA ACEH – Pemulihan sektor kesehatan menjadi prioritas utama di wilayah Aceh Tamiang usai terjangan banjir bandang akibat Siklon Tropis Senyar. Merespons kondisi tersebut, kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) bersinergi dengan Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Aceh serta Health Emergency Operation Center (HEOC) Aceh Tamiang, menggelar aksi pelayanan kesehatan gratis di Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Sabtu (17/1/2026).
Aksi kemanusiaan ini mendapat pendampingan langsung dari Kabid Yankes Dinkes Aceh Tamiang sekaligus perwakilan HEOC, dr. Dharmi Yanti. Kehadiran dr. Dharmi menjadi kunci keberhasilan dalam mengkoordinasikan bantuan medis dan operasional darurat, sehingga penanganan kesehatan warga terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Kualitas pelayanan medis dalam aksi ini diperkuat dengan penyediaan fasilitas kesehatan yang mumpuni. Perwakilan tim medis, Dr. dr. Rachmad Suhanda, M.Kes., menyalurkan bantuan berupa alat kesehatan (alkes) dari Satgas Fakultas Kedokteran (FK) USK untuk memastikan standar pelayanan yang diberikan setara dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama atau Puskesmas.
Selain itu, tim juga menerima donasi strip pemeriksaan medis dari Alumni Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Angkatan 2016. Sinergi lintas institusi ini memastikan pemeriksaan kesehatan berjalan komprehensif.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik USK, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., menyebutkan bahwa kegiatan ini berhasil menjangkau lebih dari 50 warga dari berbagai kelompok usia.
“Ini adalah solusi taktis untuk memulihkan kesehatan masyarakat yang rentan terserang penyakit pascabencana,” ungkap Yasar.
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran 10 mahasiswa KKN Tematik USK yang terjun langsung dengan semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Tim medis yang terdiri dari Vatia Raqi, Siti Musyaffa Fautia, Cindy Aprillia Khani, Farah Narizki, Lailan Nurhuda, Muhammad Rizki, dan Muhammad Riyadshah Djoeli, memberikan layanan pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV), pemeriksaan GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid), hingga konsultasi medis dan pembagian obat-obatan secara cuma-cuma.
Sementara itu, tim dari latar belakang Teknik Sipil, yakni Muhammad Fayyadh Alfarrel, Muhammad Zacky, dan Said Angga Razy, berperan vital dalam memastikan aspek operasional dan alur logistik di lokasi bencana berjalan tertib. Kerja sama ini membuat pelayanan tetap nyaman bagi warga meskipun di tengah keterbatasan infrastruktur pascabanjir.



























































































