Kondisi lingkungan yang lembab dan sisa lumpur pascabanjir mulai memicu gangguan kesehatan seperti diare dan nyeri badan. Hal ini membuat warga berbondong-bondong memadati lokasi pemeriksaan sejak pagi hari.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan medis ini. Pasca-banjir, banyak warga yang mengeluh badan sakit-sakit, diare, pusing, hingga pegal-pegal. Kehadiran adik-adik mahasiswa USK dan tim kesehatan sangat membantu kami untuk bangkit kembali,” ujar salah seorang warga Kampung Dalam.
Perwakilan tim KKN Tematik USK menegaskan bahwa akses kesehatan adalah hak krusial pascabencana. “Sinergi kami dengan Kemenkes dan HEOC adalah upaya nyata untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan kesehatannya selama masa pemulihan ini,” tegasnya.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Universitas Syiah Kuala dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin pengabdian masyarakat di sektor mitigasi dan penanggulangan bencana.
KKN Tematik Siklon Tropis Senyar USK akan terus difokuskan pada penguatan ketangguhan masyarakat melalui pendekatan medis, perbaikan infrastruktur, serta edukasi mitigasi berkelanjutan agar masyarakat Aceh Tamiang lebih siap menghadapi tantangan alam di masa depan. []






































































































Beri Komentar