NASIONAL
NASIONAL

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

BANDA ACEH -Nama-nama besar dari dunia teknologi, bisnis global, Politik, hingga bangsawan internasional kembali menjadi sorotan setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait penyelidikan terhadap mendiang Jeffrey Epstein. 

Dokumen tersebut memuat korespondensi, catatan perjalanan, hingga email pribadi yang menyinggung hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh berpengaruh dunia.

Meski tidak satu pun dari mereka didakwa dalam kasus pidana terkait Epstein, dokumen-dokumen itu menunjukkan bahwa sebagian tetap menjalin relasi sosial atau profesional dengan Epstein, bahkan setelah ia diketahui sebagai pelaku kejahatan seksual dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seks.

Epstein sendiri tewas bunuh diri di sel penjara Manhattan pada 2019, saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks terhadap anak di bawah umur.

Mengutip laporan Associated Press pada Minggu, 1 Februari 2026, berikut sejumlah nama menonjol yang tercantum dalam berkas tersebut:

Mantan Pangeran Inggris Andrew

Mantan Pangeran Andrew, adik Raja Charles III, disebut ratusan kali dalam dokumen yang dirilis. Namanya lama dikaitkan dengan Epstein, termasuk tuduhan dari mendiang Virginia Roberts Giuffre yang mengklaim dirinya diperdagangkan Epstein dan dipaksa berhubungan seksual dengan Andrew saat berusia 17 tahun.

Andrew membantah keras tuduhan tersebut. Namun, Raja Charles III tetap mencabut seluruh gelar kerajaannya akhir tahun lalu, termasuk hak menggunakan gelar Pangeran dan Duke of York.

Dokumen memperlihatkan undangan makan malam Epstein ke Istana Buckingham, tawaran untuk memperkenalkan Andrew dengan perempuan Rusia berusia 26 tahun, hingga foto-foto yang diduga memperlihatkan dirinya berlutut di atas seorang perempuan tak dikenal.

Elon Musk

Pendiri Tesla dan pemilik platform X, Elon Musk, muncul beberapa kali dalam email tahun 2012 dan 2013 yang membahas rencana kunjungan ke pulau pribadi Epstein di Karibia. 

Namun, tidak jelas apakah kunjungan tersebut benar-benar terjadi. Musk menyatakan dirinya menolak ajakan Epstein. 

“Epstein mencoba membujuk saya untuk pergi ke pulaunya dan saya MENOLAK,” tulis Musk di X pada 2025.

Richard Branson

Pendiri Virgin Group, Richard Branson, tercatat bertukar email dengan Epstein bertahun-tahun setelah Epstein mengaku bersalah pada 2008. Dalam sebuah email 2013, Branson mengundang Epstein ke pulau pribadinya.

“Kapan pun Anda berada di daerah ini, saya akan senang bertemu Anda. Asalkan Anda membawa harem Anda!” tulis Branson.

Perusahaan Virgin menegaskan tidak ada pelanggaran hukum dan menyebut hubungan tersebut terbatas pada konteks bisnis dan kelompok. 

image_print
1 2
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya