Kemudian ia memilih untuk mempelajari dulu tentang agama Islam sebelum akhirnya memantapkan diri menjadi mualaf.
“Saya melihat sebuah masjid di seberang jalan raya. Saya melihat pria, wanita datang dan pergi ke masjid. Anak-anak bermain bola di halaman masjid. Saya melihatnya ini seperti Gereja di Amerika Serikat,” pungkasnya.
“Ada seorang Muadzin bernama Syafiq Zubair yang memperbolehkan saya masuk Masjid dan dia juga memeluk saya. Dan saya pun mengamati umat muslim yang berdiri, membungkuk, meletakkan kening di lantai dipimpin seorang Imam,” lanjutnya.
Karena diperbolehkan melihat umat Islam melakukan ibadah salat, Samuel pun mengamatinya selama tiga hari.
Samuel merasakan selama observasinya tersebut, dia merasakan kehadiran Tuhan di dalam hatinya.
Tidak perlu banyak pikir, Samuel pun langsung memutuskan menjadi mualaf dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Islamic Education Foundation.
Setelah menjadi Islam, Samuel meminta kepada Syafiq Zubair untuk mengajarkannya surat Al Fatihah selama tiga hari.
Walaupun Samuel sendiri sudah mengetahui surat Al Fatihah, tetapi dia tidak mengerti maksud dari surat tersebut.
Samuel juga membandingnya surat Al Fatihah dengan apa yang ia pahami di Kristen bahwa tidak ada inkosisten terhadap keduanya.
Terakhir, dia juga tersentuh dengan umat muslim di Arab Saudi yang terbuka dan ramah kepadanya.***































































































