“Adapun mengapa lirik itu ada pada lagu Pindad Rockstar, pertanyaannya sesederhana bisakah kita memprediksi siapa dan seperti apa anak kita yang akan lahir dari cinta kita kepada pasangan kita. Semua mengalir begitu saja, karena adanya rasa yang terbina dengan baik dan bagaimana kami membidani anak kami, yakni karya kami,” kata Heydi Ibrahim.
Menurut Heydi Ibrahim, jika ketulusan dalam berkarya itu sudah kita dapatkan maka untuk apakah guna target atau sasaran tembak. Apalagi didukung dengan syair yang dialami sendiri pasca pandemi, pasca jatuh dan bangun setiap pribadi Indonesia yang mengalaminya sendiri. Selagi syair itu bermuatan motivasi hidup, ia pikir tidak perlu target lagi, karena sasaran tembak memang sudah di depan mata.
Heydi Ibrahim lebih menjelaskan, “Sekali lagi, bukan karena kehebatan saya dalam menuliskan sebuah lagu, namun sejauh mana kejelian saya dituntut dalam menganalisa sebuah permasalahan nasional dimana seluruh bangsa ini sudah begitu jauh terpuruk pasca pandemi, dengan kematian yang bertubi-tubi. Bahkan saya sendiri pun jatuh bangun pasca covid dan menjadi penyintas, lepas dari koma 2 hari. Semua dalam kondisi yang carut marut, namun bagaimana kita bangkit dari keterpurukan itu, dan tetap semangat menyongsong hari esok yang pasti bersinar penuh harapan, bagaikan mentari pagi yang akan kita songsong menjelang kesembuhan kita semua.”
Heydi Ibrahim punya karakter vokal yang kuat. Ia tidak takut para penikmat musik Tanah Air masih terbius dengan eksistensinya di Power Slaves.
Heydi Ibrahim menegaskan, “Tidak menjadi masalah orang mau berkata apapun. Sebab sejatinya berkarya itu bisa dari siapa dan dengan siapa saja sebuah karya itu meluncur. Kalau karakter kuat biasa saja, AXL Rose pun bisa bersama Guns n Roses berikut bersama AC/DC.”
Sementara itu, Gitaris Pindad Rockstar Gangan sebagai Komposer lagu Hari Esok mengatakan, dalam proses pembuatan lagu tersebut ia tidak melakukan riset secara khusus, karena kapasitas ia dalam lagu tersebut hanya merangkai notasi dan arransemen secara keseluruhan. Ia berharap bisa menjadi benang merah dari masing-masing personal yang memiliki latar belakang grup band yang berbeda-beda.
“Secara konsep, lagu Hari Esok masih seputar rock yang easy listening, sesuai dengan pasar pendengar musik Indonesia saat ini. Pada arransemen musiknya kami memadukan warna rock 90-an dengan notasi-notasi yang lebih ringan, tujuannya semoga bisa ternikmati para pendengar di era sekarang. Harapannya, para penikmat musik rock 90-an khususnya para follower masing-masing band dari personal Pindad Rockstar bisa ikut mengapresiasi karya kami yang baru saja kami rilis,” kata Gangan.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler