UPDATE

ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Gamawan Fauzi Sentil Gus Miftah Sebut Rendang Tak Punya Agama

Menurut Gamawan, masakan itu terkait dengan keyakinan, apa yang akan dimakan, bagi masyarakat Islam tentu tak punya basis masakan yang bahan makanannya diharamkan oleh agama sebagai keyakinan mereka. Itulah sebabnya selama ini, masakan padang identik dengan sesuatu yang halal, atau tegasnya pasti halal. Tanpa label halal pun pasti halal. 

“Itulah sebabnya selama ini  ketika seorang Muslim yang hendak makan dan mereka ragu tentang kehalalan produk restoran, mereka akan memilih restoran Padang, karena pasti halal, tanpa harus bertanya soal halal haram dan tanpa label halal haram,” ujarnya

Merusak Citra

Sementara terkait munculnya restoran BABIAMBO yang memasak rendang daging babi, Gamawan tegas menyatakan hal ini sungguh merusak citra dan image konsumen akan rendang yang selama ini pasti halal. 

“Mencari uang  silahkan saja, mau berinovasi juga tidak ada yang melarang,  tapi jangan mengganggu sesuatu yang sudah baku, mengganggu milik etnik yang sudah selama ini melekat dengan produk masakannya,” tegasnya 

Berita Lainnya:
Tak Hadiri Pemeriksaan tapi Live di TikTok, Polisi Tahan Richard Lee

Ia tak menampik dalam dunia bisnis dewasa ini, hampir semua produk dapat ditiru, bahkan dicuri teknologinya, berbagai merk palsu bermunculan, merambah hampir semua produk yang punya pasar bagus. Semua punya barang KW-nya.

Rendang bagi Gamawan, memang produk makanan yang amat laku, sehingga CNN menetapkan rendang sebagai makanan terlezat di dunia tahun 2011, bahkan gelar itu bertahan selama 9 tahun berturut turut hingga 2019 yang lalu. Bahkan ada yang menyebut pantas diberi penghargaan Guiness Book Record. 

Karena itu sesungguhnya rendang sangat rawan untuk dicaplok sebagai produk industri makanan dunia. Kabarnya saat ini sebuah negara Eropa telah memproduksi rendang besar-besaran dalam bentuk packaging modern yang akan merambah pasar dunia. 

Berita Lainnya:
Oknum TNI Todong Pistol ke Pala Sopir Taksi, Kadisepenad Sebut Pestol Mainan

Pebisnis dimanapun, bisa bayar ahli masak rendang yang enak dengan gaji besar. Setelah ilmunya didapat, kemudian membuang orang yang mengajarnya, karena bisnis seringkali memang kejam dan tak bermoral. Lalu hukum apa yang dapat melindungi produk etnik Minang ini?  

“Orientasinya sederhana, hanya dapat untung sebanyak banyaknya,” terang mantan Menteri Dalam Negeri ini. 

Gamawan menekankan rendang bukan sekadar produk industri makanan. Pada rendang itu meleka tradisi dan etnik yang bernama Minangkabau. Sedangkan Minangkabau itu adalah sebuah suku bangsa yang menganut falsafah Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah (ABS-SBK). Maka produk masakannya pun tak akan pernah mengandung sesuatu yang dilarang Kitabullah (Alquran), atau haram. 

image_print
1 2 3 4
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya