IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Protes Islamofobia India, Seruan Usir Umat Hindu Ramai di Medsos Negara Teluk   

 CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk sekarang menjadi pemegang saham terbesar Twitter. Pembelian saham yang terjadi belum lama ini meningkatkan kepemilikan Twitter menjadi 9,2 persen. (ilustrasi)
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Seruan usir warga Hindu dari negara Teluk mendapat respons beragam

NEWDELHI–Sebuah seruan agar jutaan umat Hindu diusir dari negara-negara Teluk sedang ramai dibahas di media sosial. Aksi ini adalah tanggapan atas kebrutalan yang sedang berlangsung terhadap minoritas Muslim India. 


Sebuah tagar berbahasa Arab mulai menjadi tren di Twitter yang menuntut semua umat Hindu diusir dari negara-negara Teluk. Perlu diketahui, negara teluk adalah tempat lebih dari delapan juta warga negara India tinggal dan bekerja. 


Tagar, yang secara kasar diterjemahkan menjadi “Kick the Hindus out of the Gulf”, telah dibagikan ribuan kali di Twitter. Seorang pengguna mencap situasi “genosida” terhadap Muslim di India. 

BACA JUGA:
Israel Kecam Film di Netflix Kisahkan Pembantaian Keluarga Palestina pada 1948


“Negara-negara Teluk dapat melakukan lebih dari sekadar penghukuman, Muslim India menderita di bawah rezim fasis, kita harus menghentikan genosida anti-Muslim,” tulis mereka.


Berdasarkan twit tersebut, terdapat 3,4 juta warga India di Uni Emirat Arab, 2,5 juta di Arab saudi, 1 juta di Kuwait, 779 ribu di Oman, 756 ribu di Qatar, dan 332 ribu di Bahrain.  . 


Ketegangan memuncak bulan lalu setelah Nupur Sharma, seorang anggota partai berkuasa nasionalis Hindu India, membuat pernyataan yang menghina Nabi Muhammad SAW. 


Sharma, juru bicara Perdana Menteri Narendra Modi, membuat pernyataan di televisi pada 26 Mei tentang istri termuda Nabi Muhammad SAW, yang memicu demonstrasi di seluruh dunia Islam. 

BACA JUGA:
Israel Kecam Film di Netflix Kisahkan Pembantaian Keluarga Palestina pada 1948


Pernyataan itu memicu protes diplomatik tidak hanya di negara rival India Pakistan, tetapi juga di negara-negara Arab kaya yang biasanya menikmati hubungan dekat dengan India. 


Lebih dari 20 negara secara terbuka mengutuk pernyataan itu. Sikap keras tersebut dengan cepat menempatkan Partai Bharatiya Janata India sebagai pemicu kerusakan. 


Partai tersebut meminta maaf dan menangguhkan Sharma serta Naveen Kumar Jindal, tokoh lain yang dituduh men-tweet tentang Nabi Muhammad SAW.


Tetapi banyak negara Muslim telah melihat langkah dari pemerintah India ini sebagai kurang bersemangat, terutama mengingat pembalasan brutal terhadap anggota minoritas Muslim India yang berjumlah 200 juta orang yang turun ke jalan sebagai protes. Beberapa demonstran tewas, ratusan ditangkap dan rekaman rumah pengunjuk rasa yang dihancurkan sehubungan telah muncul secara online. 

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Protes Islamofobia India, Seruan Usir Umat Hindu Ramai di Medsos Negara Teluk   
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!