BANDA ACEH – Mendampingi proses tumbuh kembang anak tanpa teriakan atau bentakan kepada anak merupakan keinginan bagi semua orang tua. Tanpa teriakan anak-anak akan terhindar dari tekanan, rasa takut hingga trauma yang berlebihan dalam proses tumbuh kembangnya.
Wakil Kepala Rumah Main Cikal, Ainul Yaqin S.Psi atau yang lebih hangat disapa Iqin menuturkan bahwa pola asuh tanpa teriakan atau bentakan dalam proses pendampingan tumbuh kembang anak ini dikenal baik dengan istilah Screamfree Parenting dan kini tengah menjadi perbincangan, serta menjadi pola yang ingin diterapkan oleh banyak orang tua muda masa kini.
Ainul Yaqin menjelaskan bahwa dalam penerapannya Screamfree Parenting akan lebih mengedepankan ketenangan dan fokus pada reaksi emosi orang tua yang ditunjukkan kepada anak.
“Screamfree Parenting adalah pengasuhan anak tanpa marah dengan intonasi yang tinggi atau pun teriakan. Pola pengasuhan ini tentu mengedepankan ketenangan dan berfokus pada reaksi emosi yang kita tunjukkan pada anak, bukan menitik beratkan fokus kita kepada perilaku anak,” jelas Ainul Yaqin dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi tabloidbintang.
Dalam mengupayakan pengelolaan emosi diri dan fokus pada reaksi yang ditampilkan ke anak, orang tua dapat belajar untuk memahami diri sendiri sebagai orang tua yang masih belajar dan senantiasa mengasah diri untuk memberikan pendampingan dan pengasuhan terbaik bagi anak.
“Dengan berfokus kepada bagaimana cara kita bereaksi terhadap perilaku anak akan memberikan kita waktu untuk memilah reaksi apa yang bisa kita pilih tanpa menyakiti anak-anak baik secara fisik maupun psikis. Ingat, kuncinya adalah “pause more and react less”. Selain itu, dalam hal ini, kita sebagai orang tua akan sadar bahwa tidak ada orang tua yang sempurna dan akan terus belajar dan memperbaiki diri, termasuk di antaranya belajar cara yang baik untuk berkomunikasi dengan anak.” jelas Iqin.
Dalam upaya mencoba membiasakan diri melakukan pendampingan tanpa teriakan, Ainul Yaqin menyebutkan beberapa refleksi untuk dilakukan orang tua, antara lain:
Pahami bahwa Anak Sedang Belajar
rang tua harus memahami bahwa proses bertumbuh anak merupakan tahapan awal dari prosesnya belajar mengenai dirinya, orang lain, dan sekitarnya. Melakukan refleksi pada momen pendampingan tanpa teriakan ini, merupakan pemberian kesempatan bagi anak untuk tumbuh dan belajar dari kesalahannya.
“Hal penting yang perlu kita ingat adalah bahwa anak-anak kita adalah anak-anak yang masih membutuhkan proses untuk belajar, mendapatkan bimbingan untuk memahami, mengerti, dan bahkan mereka juga perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar dari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan.” ucapnya
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler