Minggu, 26/05/2024 - 03:15 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

PM Jepang: Kami tidak akan Ulangi Kengerian Perang

Jepang tidak akan pernah lagi mengobarkan perang

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

TOKYO — Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berjanji negaranya tidak akan pernah lagi mengobarkan perang. Hal itu disampaikan saat Jepang memperingati kekalahannya dalam Perang Dunia II.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Kami tidak akan pernah lagi mengulangi kengerian perang. Saya akan terus memenuhi sumpah yang teguh ini,” kata Kishida dalam sebuah pertemuan yang dihadiri Kaisar Jepang Naruhito di Tokyo, Senin (15/8/2022).

Sebaliknya, Kishida berjanji, Jepang akan menjadi negara yang mempromosikan perdamaian. “Di dunia di mana konflik masih belum mereda, Jepang adalah pemimpin proaktif dalam perdamaian,” ucapnya.

Dalam momen peringatan kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Kishida mengirim persembahan ke Kuil Yasukuni. Namun dia tak menyambangi situs yang menjadi simbol militerisme Negeri Matahari Terbit pada masa lalu itu.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
PBB Kecam Penutupan Aljazirah

Kuil Yasukuni didedikasikan bagi warga Jepang yang telah meninggal selama perang masa lalu, termasuk Perang Dunia II. Keberadaan kuil tersebut sebenarnya cukup kontroversial sebab Yasukuni turut menghormati para pemimpin Jepang yang telah dihukum sebagai penjahat perang “Kelas A” di pengadilan Sekutu pada 1948.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Awal bulan ini, Jepang melayangkan protes kepada China. Hal itu menyusul jatuhnya lima rudal balistik China di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang saat Negeri Tirai Bambu menggelar latihan militer besar-besaran di Selat Taiwan. “Ini masalah serius yang mempengaruhi keamanan nasional kami,” kata Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi pada 4 Agustus lalu.

Berita Lainnya:
Iran Umumkan Hari Berkabung Nasional Selama 5 Hari

Jepang dan China diketahui terlibat sengketa klaim atas gugus pulau di Laut China Timur. Jepang menyebut gugus pulau dengan nama Senkaku. Sementara Beijing menamainya Diayou. Persengketaan di Kepulauan Senkaku memiliki potensi dampak yang signifikan bagi hubungan China dan Jepang.

ADVERTISEMENTS

Sejauh ini kedua negara masih sama-sama mempertahankan klaimnya. Pulau-pulau di Senkaku dianggap tak memiliki banyak nilai. Namun perairan di sekitarnya dipandang memiliki peran signifikan, antara lain dalam hal kontrol jalur laut, sumber daya ikan, cadangan energi yang belum dimanfaatkan, dan imperatif militer.

ADVERTISEMENTS


sumber : Reuters

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi