Selasa, 25/06/2024 - 09:41 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Menteri PPPA Ajak Perguruan Tinggi Berdayakan Perempuan di Desa

Berbagai isu perempuan dan perlindungan anak bisa menjadi perhatian bersama.

JAKARTA–Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendorong civitas akademika perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat desa. Salah satunya melalui program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.


Bintang menitipkan agar berbagai isu perempuan dan perlindungan anak bisa menjadi perhatian bersama. Apalagi salah satu poin tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat. 


“Tidak hanya semata-mata keunggulan akademik saja yang harus dikejar, namun bisa turut berkontribusi merasakan dan mencarikan solusi berbagai permasalahan di masyarakat untuk terus dituntaskan,” kata Bintang dalam keterangan pers yang dikutip Republika pada Rabu (17/8/2022). 

Berita Lainnya:
Syukuran Milad 65 Tahun, Launching dan Bedah Buku Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A


Bintang mengamati masalah diskriminasi hingga kekerasan seksual kerap terjadi pada perempuan dan anak disebabkan budaya patriarki yang melekat pada masyarakat. Oleh karenanya, ia meyakini penyadaran peran-peran sosial di masyarakat yang mengedepankan kesetaraan dan persamaan kedudukan antara perempuan dan laki-laki perlu untuk digaungkan hingga ke level desa dan kelurahan.


KemenPPPA bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengembangkan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).


“DRPPA bertujuan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan terhadap berbagai permasalahan yang ada dan memberikan perhatian terutama untuk upaya-upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujar Bintang.

Berita Lainnya:
Jika Diminta PBB, Prabowo Siap Terjunkan Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza


?Sementara itu, Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar menjelaskan pentingnya pengabdian masyarakat khususnya keterlibatan kampus di tengah-tengah warga desa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia desa, membangkitkan ekonomi warga desa, dan menjamin kelestarian budaya lokal desa. Sejak tahun 2021 Kemendes telah menerapkan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. 


“Langkah pelokalan ini ditujukan untuk meluaskan peran desa mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Karena sebelumnya hanya dua tujuan SDGs yang dianggap sebagai peran desa, padahal 71 persen penduduk Indonesia tinggal di desa,” ujar Abdul. 


 

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَن تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا الكهف [94] Listen
They said, "O Dhul-Qarnayn, indeed Gog and Magog are [great] corrupters in the land. So may we assign for you an expenditure that you might make between us and them a barrier?" Al-Kahf ( The Cave ) [94] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi