Jumat, 01/03/2024 - 15:12 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Bupati Langkat Nonaktif Divonis 9 Tahun Penjara di Kasus Suap Proyek

ADVERTISEMENTS

Saudara Terbit ikut divonis 7,5 tahun penjara.

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

JAKARTA — Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin divonis 9 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat pada Rabu (19/10/2022), malam. Terbit terjerat kasus suap pemberian paket pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Langkat dan Dinas Pendidikan Langkat bersama sejumlah terdakwa lain.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Majelis hakim memutuskan Terbit terbukti bersalah dalam kasus korupsi sebagaimana dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Menyatakan terdakwa Terbit Rencana Perangin Angin telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama,” kata Hakim Ketua Djuyamto dalam persidangan hari ini.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj
Berita Lainnya:
Luhut Binsar Pandjaitan Blak-Blakan Dukung Prabowo-Gibran, Demi Keberlanjutan Program

Selain hukuman penjara, Terbit menghadapi hukuman denda senilai ratusan juta rupiah. Jika tak dibayarkan, ada pidana kurungan yang harus ditebusnya.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

“Denda sebesar 300 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 5 bulan,” ujar Djuyamto.

ADVERTISEMENTS

Terbit juga diganjar hukuman pencabutan hak politik selama 5 tahun. Hukuman itu berlaku setelah Terbit tuntas menjalani pidana pokoknya.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Mencabut hak politik terdakwa selama 5 tahun terhitung setelah menjalani pidana pokoknya,” kata Djuyamto.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Dalam persidangan ini, hal yang memberatkan atas vonis Terbit adalah karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Kemudian Terbit dianggap majelis hakim berbelit-belit.

Berita Lainnya:
Jokowi Tunjuk Tito Karnavian Jadi Plt Menko Polhukam

“Hal yang meringankan, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, terdakwa berlaku sopan, terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya,” ujar Djuyamto.

Kakak kandung Terbit, Iskandar Perangin Angin juga divonis penjara 7,5 tahun. Iskandar turut dihukum membayar denda 300 juta subsider 5 bulan kurangan. Iskandar terjerat kasus yang sama dengan Terbit. Pertimbangan meringankan dan memberatkan hakim atas Iskandar pun sama dengan Terbit. 


Atas putusan ini, kubu Terbit, Iskandar, dan Jaksa KPK menyatakan akan pikir-pikir. Vonis ini tercatat sama dengan tuntutan jaksa KPK.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi