Rabu, 19/06/2024 - 12:10 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Terdakwa Kasus HAM Berat Paniai Klaim tak Lihat Penembakan Massa

Isak mengaku memang mendengar suara tembakan tapi tak menghitung berapa kali.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

JAKARTA — Mayor Infantri Purnawirawan Isak Sattu menyebut tak melihat langsung penembakan aparat terhadap massa pendemo di Lapangan Karel Gobai, Enarotali, Kabupaten Paniai pada 8 Desember 2014. Saat penembakan terjadi, Isak mengeklaim tengah fokus membuka jalur komunikasi dengan Kodim 1705/Paniai.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Isak duduk sebagai terdakwa dalam persidangan kasus HAM berat Paniai yang disiarkan langsung dari Pengadilan Negeri Makassar pada Kamis (3/11/2022). Isak memperkirakan ada sekitar 500 pendemo dalam kejadian itu.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Isak mengaku sempat membuka dialog dengan pendemo bersama beberapa anggota Koramil. Namun dialog itu tak berlangsung lama karena ia menduga ada maksud lain dari para pendemo.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“Saya bertahan di luar (kantor Koramil) adakan dialog. (Pendemo) Ada yang bawa panah, linggis, batu. Mereka ingin nari waita, tapi saya curiga kok bawa senjata tajam. Ini kebiasaan di Papua kalau mau ada perang,” kata Isak dalam sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa pada Kamis (3/11/2022).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Dalam waktu singkat, situasi makin memanas. Dialog pun tak membuahkan hasil. Isak mengeklaim mendengar kalimat-kalimat provokatif dari arah pendemo.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh
Berita Lainnya:
Relawan Amin Deklarasikan Anies Rasyid Baswedan Maju Pilgub Jakarta 2024

“Muncul lagi teriak bunuh Koramil bunuh Polsek, itu langsung ada lemparan ke Koramil. Setelah itu situasi mulai brutal, yang brutal itu dengan kekerasan massa lempar batu,” ujar Isak.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Atas situasi tersebut, Isak masuk ke dalam kantor Koramil sekaligus menutup pintu gerbang. Ia lantas berupaya melaporkan situasi itu kepada atasannya.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

“Saya lapor ke Dandim namun tidak terhubung, saya lanjut ke Kasdim nggak terhubung. Situasi di Koramil Enarotali sudah dilempari massa, sudah hancur ini kantor, anggota kena lempar batu sampai berdarah kepalanya,” ucap Isak.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Isak memang mendengar suara tembakan. Namun ia tak menghitung berapa jumlah tembakan yang dilesatkan itu. Ia pun meminta anggota Koramil hanya menembak ke atas sebagai bentuk peringatan.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Saya tidak ada melihat anggota tembak massa. Saya sambil terus bilang ke anggota untuk amankan diri,” klaim dia.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Isak memperkirakan keributan berlangsung sekitar setengah jam. Massa membubarkan diri berkat tembakan peringatan dari anggota Brimob dan Dalmas yang datang membantu Koramil.

Berita Lainnya:
Setelah Dikuntit Densus 88, Jampidsus Dilaporkan ke KPK atas Dugaan Korupsi Lelang Aset Rampasan Negara

“Massa bubar sekitar jam 10.00 (WITA). Massa dibubarkan kepolisian kalau nggak dibubarkan kami hancur terkurung di dalam,” ujar Isak.

Peristiwa Paniai Berdarah terjadi pada 8 Desember 2014 di Lapangan Karel Gobai, Enarotali, Kabupaten Paniai. Peristiwa itu terkait dengan aksi personel militer dan kepolisian saat pembubaran paksa aksi unjuk rasa dan protes masyarakat Paniai di Polsek dan Koramil Paniai pada 7-8 Desember 2014.


Aksi unjuk rasa tersebut berujung pembubaran paksa dengan menggunakan peluru tajam. Empat orang yang tewas dalam pembubaran paksa itu adalah Alpius Youw, Alpius Gobay, Yulian Yeimo dan Simon Degei.

Isak Sattu didakwa melanggar Pasal 42 ayat (1) huruf a dan huruf b Jis Pasal 7 huruf b, Pasal 9 huruf a, Pasal 37 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM). Isak juga diancam pidana dalam Pasal 42 ayat (1) huruf a dan huruf b Jis Pasal 7 huruf b, Pasal 9 huruf h, Pasal 40 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا الكهف [68] Listen
And how can you have patience for what you do not encompass in knowledge?" Al-Kahf ( The Cave ) [68] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi