Minggu, 26/05/2024 - 08:44 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

AMERIKAINTERNASIONAL

Pendukung Bolsonaro Rusak Berbagai Karya Seni di Istana Presiden Brasil

Salah satu karya seni yang dirusak adalah lukisan yang senilai Rp 59,204 miliar.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 BRASILIA — Sebuah lukisan karya seniman terkenal Brasil Emiliano Di Cavalcanti senilai lebih dari 1,5 juta dolar AS atau setara Rp 23,370 miliar (kurs Rp 15.580 per dolar AS) dirusak oleh para perusuh yang merupakan pendukung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang melakukan penyerbuan ke Istana Kepresidenan pada Ahad (8/1/2023). Menurut pernyataan dari kantor Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan, lukisan berjudul As Mulatas ditemukan tertusuk di tujuh tempat setelah para perusuh masuk ke Istana Kepresidenan.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Lukisan itu adalah karya terpenting di Istana Kepresidenan. Direktur rumah lelang Brasil Bolsa de Arte Jones Bergamin mengatakan kepada surat kabar Brasil Folha de Sao Paulo dia yakin lukisan itu bernilai lebih dari 3,8 juta dolar AS atau setara Rp 59,204 miliar.

Berita Lainnya:
IRGC Benarkan Temuan Diduga Puing Helikopter Presiden Iran

Lukisan lain berjudul Bandeira do Brasil karya Jorge Eduardo yang menampilkan bendera negara telah dirobek dari dinding dan ditemukan mengambang di atas air yang membanjiri lantai pertama Istana Kepresidenan setelah perusuh menyalakan hidran. Lukisan ini biasanya menjadi latar belakang pidato presiden.

Selain lukisan, patung dan benda lain pun menjadi sasaran perusuh dalam penyerbuan itu. Patung yang dirusak di Istana Kepresidenan juga termasuk karya seniman Brasil Bruno Giorgi dan Frans Krajcberg.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Sebuah meja bersejarah yang pernah digunakan oleh mantan Presiden Juscelino Kubitschek juga rusak setelah para perusuh menggunakannya sebagai barikade. Direktur kurator Istana Kepresidenan Rogerio Carvalho mengatakan, sebagian besar bagian yang rusak akan dapat diperbaiki kecuali jam abad ke-17 yang dihadiahkan oleh Louis XIV dari Prancis kepada Raja Brasil saat itu John VI dari Portugal.

Berita Lainnya:
Dunia Mengutuk Keras Serangan atas PM Slovakia

“Nilai dari apa yang dihancurkan tidak terhitung karena sejarah yang diwakilinya,” kata Carvalho dikutip dari Forbes.

ADVERTISEMENTS

Jam itu dibuat oleh pembuat jam terkenal Balthazar Martinot. Menurut keterangan kantor Lula, kondisi jam yang bentuk lebih kecilnya disimpan di Istana Versailles itu telah hancur total.

ADVERTISEMENTS

“Koleksi tersebut merupakan representasi dari semua presiden yang mewakili rakyat Brasil selama periode yang panjang ini yang dimulai dengan Kubitschek, yang membangun Brasília sebagai ibu kota negara,” ujar Carvalho. 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi