Jumat, 21/06/2024 - 05:26 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

SPORT

Miris, Pelatih Lokal di Liga 1 Hanya Tersisa Dua Orang

Hanya ada Seto Nurdiantoro di PSS Sleman dan Aji Santoso yang menangani Persebaya.

 JAKARTA — Bhayangkara FC telah memutus kontrak lebih cepat dengan pelatih kepalanya Widodo C. Putro setelah memimpin pertandingan Persis Solo Vs Bhayangkara di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (4/2/2023). Meski mengantar kemenangan 3-1 atas Persis Solo, Bhayangkara tetap memecat Widodo setelah performa buruk di sejumlah laga terakhir. 

Bhayangkara FC di bawah asuhan Widodo memang belum menunjukkan penampilan yang konsiten yang membuat the Guardian terlihat buruk di papan klasemen. Sejauh ini, The Guardian tenggelam di peringkat ke-15 klasemen, hanya satu tingkat di atas zona degradasi dengan raihan 23 poin. Tercatat sudah menderita 10 kekalahan sejauh ini. Catatan itu tidak bagus jika melihat materi pemain yang dimiliki Bhayangkara. 

Berita Lainnya:
Pep Guardiola Sebut Skuadnya dalam Suasana yang Sangat Bagus Jelang Final Piala FA

 

“Bhayangkara FC dan coach Widodo Cahyono Putro resmi mengakhiri kerja sama. Terima kasih atas pikiran dan tenaga yang sudah diberikan untuk The Guardian. Semoga sukses selalu menyertai,” tulis keterangan resmi Bhayangkara.

Praktis kini hanya ada dua pelatih lokal yang menangani Liga 1. Mereka adalah Seto Nurdiantoro di PSS Sleman dan Aji Santoso yang menangani Persebaya Surabaya. Widodo kini telah menyusul nama-nama seperti Rahmad Darmawan (RANS Nusantara), Nil Maizar (Dewa United), dan Djadjang Nurdjaman (Persikabo 1973) sebagai pelatih lokal yang lengser dari jabatannya.

Berita Lainnya:
Brussels Enggan Jadi Tuan Rumah Laga Timnas Belgia Versus Israel

Di samping itu, Widodo juga merupakan pelatih ke-10 yang dipecat klub Liga 1 musim 2022/2023. Mereka yang lebih dulu dilepas adalah Robert Rene Alberts, Javier Rocha, Jacksen F. Tiago, Sergio Alexandre, Dejan Antonic, Eduardo Almeida, Milomir Seslija, Nil Maizar, dan Djadjang Nurdjaman.

 

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَكَانَ الْإِنسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا الكهف [54] Listen
And We have certainly diversified in this Qur'an for the people from every [kind of] example; but man has ever been, most of anything, [prone to] dispute. Al-Kahf ( The Cave ) [54] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi