Sabtu, 25/05/2024 - 08:52 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Maraknya Impor Tekstil Ilegal Berimbas PHK Karyawan

Pekerja memeriksa mesin benang disela kunjungan kerja Panglima TNI di PT Trisula Textile Industries Tbk, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (1/3/2023). Banjirnya impor ilegal Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dinilai menekan utilisasi industri di Tanah Air. Penekanan itu hingga ke titik cukup rendah dan menelan korban.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 JAKARTA — Banjirnya impor ilegal Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dinilai menekan utilisasi industri di Tanah Air. Penekanan itu hingga titik cukup rendah dan menelan korban.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Terakhir, pada awal April lalu, PT Tuntex Garment bangkrut dan melakukan PHK sekitar 1.163 karyawan. Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat Cecep Daryus mengatakan, Industri TPT nasional masih berada dalam masa kritis sejak akhir 2022 lalu, termasuk di Jawa Barat. 

Berita Lainnya:
Kasus Kekerasan di STIP Kembali Muncul, Kemenhub Bentuk Tim Investigasi

“Akhir tahun lalu, sudah banyak yang dirumahkan. Kalau kondisi seperti ini terus akan nambah lagi,” tutur dia dalam keterangan resmi, Senin (17/4/2023).

 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Maka itu, ia meminta pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, agar tidak lepas tangan atas kejadian ini. Dia mengakui, memang kondisi pasar ekspor menjadi salah satu alasan.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Namun, menurut dia, pasar domestik Indonesia sangat besar dan harus dijaga. Dirinya mengingatkan peran industri TPT sebagai jaring pengaman sosial ekonomi bagi Indonesia. 

“Kalau pemerintah lepas tangan terhadap masalah impor-impor ini, ekonomi kita lambat laun akan rontok” kata Cecep menegaskan.

ADVERTISEMENTS

Sebelumnya, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (Apsyfi) pun kembali meminta pemerintah agar serius memberantas impor tekstil illegal yang bertambah marak. Apalagi impor itu kini dilakukan secara terbuka. 

ADVERTISEMENTS

Ketua Umum Apsyfi Redma Gita Wirawasta menyatakan, banjirnya barang tekstil impor semakin menekan kinerja industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) hingga rata-rata utilisasinya dari hulu ke hilir kini hanya di kisaran 50 persen. Berdasarkan hitungan Apsyfi, menurut dia, per tahunnya ada sekitar 300 hingga 400 ribu ton impor TPT illegal senilai Rp 35 triliun.

Berita Lainnya:
Penumpang Angkutan Laut pada Lebaran 2024 Meningkat 13,9 Persen Sebanyak 4,7 Juta Orang

Sudah Beralih ke Motor Listrik? Merek Apa yang Sudah Nangkring di Garasi Kamu?

Suka Pakai Aplikasi Paylater? Favorit Kamu yang Mana?

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi