Senin, 26/02/2024 - 01:00 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Kecintaan Sahabat Nabi Muhammad dalam Sholat Berjamaah

ADVERTISEMENT

JAKARTA — Keteladanan soal amal sholat berjamaah ditunjukkan oleh para Para sahabat Nabi Muhammad SAW. Mereka, para sahabat Nabi adalah manusia yang telah  mendapat keridhoan Allah, tetapi tetap taat beribadah. Salah satu contohnya adalah ketaatan para sahabat menjaga sholat di awal waktu dan berjamaah.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Salah satu contohnya dalam kisah Umar bin Khattab saat menjadi khalifah. Kisah ini dikutip dari kitab Fadhilah Amal yang ditulis oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandahlawi.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Ada seorang sahabat bernama Sulaiman bin Abi Hatsmah RA yang lahir saat Rasulullah masih hidup. Pada suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab tak menemuinya saat sholat Subuh berjamaah di masjid.

ADVERTISEMENT

Maka, Umar bin Khattab menemui ibunya dan bertanya, “Mengapa Sulaiman tak datang sholat subuh?”

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Akhlak Rasulullah dalam Berbicara: Tidak Bertele-Tele

Ibunya menjawab, “Tadi malam ia sholat sunnat semalam suntuk sehingga tertidur.”

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Umar kemudian berkata, “Aku lebih menyukai sholat subuh dengan berjamaah dari pada sholat sunnat semalam suntuk.”

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

 

Kisah lainnya,  Abdullah bin Mas’ud pada suatu hari pergi ke pasar, lalu terdengarlah adzan. Ia melihat setiap orang meninggalkan barangnya dan bersegera ke masjid. Ia berkata mereka inilah orang yang telah difirmankan Allah:

رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَٰرَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ

“Laki-laki yang perniagaan dan jual beli mereka tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah, dari mendirikan sholat dan berzakat.” (QS: An-Nuur:37).

Kisah lainya, Abdullah bin Umar pergi ke pasar, dan tibalah waktu sholat berjamaah. Setiap pedagang langsung menutup tokonya dan segera pergi ke masjid.

Berita Lainnya:
Rajab, Bulan Persiapan Menuju Ramadhan melalui Peningkatan Ibadah

Abdullah bin Umar berkata, “Mereka adalah orang-orang yang difirmankan Allah:

رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَٰرَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلْقُلُوبُ وَٱلْأَبْصَٰرُ

“Laki-laki yang perniagaan dan jual beli mereka tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah, dan dari mendirikan sholat, dan berzakat. Mereka takut kepada suatu hari yang hati dan penglihatan menjadi goncang.” (QS An-Nuur:37).

Abdullah bin Abbas berkata, “Mereka sangat sibuk dengan perdagangan dan jual beli, tetapi jika terdengar suara azan, mereka segera meninggalkannya dan pergi ke masjid.”

Abdullah bin Abbas juga berkata, “Demi Allah, mereka adalah para pedagang, tetapi perdagangan mereka tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah.”

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi