Rabu, 28/02/2024 - 22:45 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Serangan Masjid Pakistan Bagaikan Kiamat Bagi Keluarga Korban

ADVERTISEMENTS

Rescue workers search for victims amid debris at the scene of a suicide bomb blast at a Mosque during Friday prayers in Khyber Pakhtunkhwa

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

 ISLAMABAD — Kehidupan keluarga Ayaz Ahmed seketika berantakan. Dia kehilangan paman, sepupu, dan keponakannya dalam seketika.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

“Ini seperti hari kiamat bagi seluruh keluarga,” kata Ahmed setelah kembali dari pemakaman keluarganya di distrik Mastung di provinsi Balochistan Pakistan pada Sabtu (30/9/2023) kepada Anadolu Agency.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Wilayah itu telah diguncang oleh pemboman terhadap masjid pada Jumat (29/9/2023) sore. Ledakan ini menyebabkan lebih dari 50 orang meninggal seketika.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

Beberapa anggota keluarga Ahmed sedang menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ketika ledakan besar mengguncang masjid tersebut. Bahkan, rumahnya pun bisa merasakan ledakan itu.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Perketat Keamanan, Pakistan Tangguhkan Layanan Telepon Genggam Saat Pemilu

Ahmed menceritakan ulang saat dia bergegas ke lokasi di dekat masjid dan melihat kilatan cahaya di sekelilingnya. Beberapa orang terdiam, tampaknya tidak bernyawa dan sebagian besar berteriak minta tolong akibat terluka.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Beberapa orang terlihat membantu para korban untuk bisa bergegas ke rumah sakit. Sedangkan Ahmed berusaha mencari orang-orang yang dicintainya.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Setelah gagal menemukan mereka, Ahmed pergi ke rumah sakit dan kembali ketika melihat mereka di antara korban luka yang dibawa ke rumah sakit kantor pusat distrik. “Saya kehilangan akal sehat ketika melihat mayat sepupu saya tergeletak di sana, bersama kedua putranya dan keponakan saya yang lain,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Mark Rutte Banjir Dukungan Sebagai Calon Sekjen NATO

“Saya tidak akan pernah melupakan kejadian menyakitkan itu karena banyak orang kehilangan orang yang dicintai seperti kami,” kata Ahmed sambil mempertanyakan berapa lama mereka akan berkorban untuk sesuatu yang tidak jelas.

Memang tidak ada jawaban atas pertanyaan tersebut. Negara Asia Selatan ini telah menghadapi gelombang serangan teroris sejak bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan terorisme setelah penggulingan rezim Taliban Afghanistan pertama di Afghanistan pada 2001.

Lebih dari 80 ribu warga sipil tak berdosa, serta pasukan keamanan dan personel polisi, telah terbunuh dalam aksi terorisme. Mayoritas korban berasal dari provinsi barat laut Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan.

Menurut polisi, sedikitnya 51 orang….

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Apa jurus andalan kamu supaya nggak gampang sakit

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi