Rabu, 17/04/2024 - 10:49 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kalah di PTUN Bandung, Warga Tuding Water Tank di Depok Gagal Struktur

ADVERTISEMENTS

DEPOK — Warga Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, terus menggugat keberadaan proyek water tank di tengah permukiman penduduk di wilayahnya. Mereka masih menuding ada potensi gagal struktur dalam proyek itu karena kejanggalan dari segi teknis pembangunannya.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

 

ADVERTISEMENTS

Perwakilan warga RT 03, RW 26, Pesona Depok II, Kelurahan Mekarjaya, Yani Suratman menyebut, kejanggalan dalam proyek itu terungkap dari hasil kajian Lembaga Teknologi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (Lemtek UI) saat berlangsungnya persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah

Hasil kajian menjelaskan ada penurunan spesifikasi kualitas bangunan. Menurut Yani, hal itu terjadi akibat perencanaan yang tidak tepat hingga pelaksanaan proyek yang tanpa pengawasan.

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah

 

“Dalam kajian ini, Lemtek UI merekomendasikan perlu adanya perbaikan pelat beton dudukan water tank dan harus menambah pondasi borpile tanah untuk bagian dalam pelat beton sedalam 20 meter agar mencapai tanah keras,” kata Yani di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (10/10/2023).

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Sudah Siap Jadi Mahasiswa Universitas BSI bersama Danacita?

“Dari hasil evaluasi teknis Lemtek UI akhirnya Dadang Fudali sebagai pelaku praktisi selama 25 tahun menyampaikan bahwa proyek yang dilakukan oleh PT Tirta Asasta Depok (TAD) potensi gagal struktur,” jelas Yani menambahkan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal

Dia menuding, potensi gagal struktur terjadi karena berbagai kejanggalan yang diungkap Lemtek UI. “Hal ini dapat disebabkan karena adanya penurunan spesifikasi kualitas bangunan, perencanaan yang tidak tepat, pelaksanaan tanpa supervisi dan tidak adanya  pengawasan dari pihak TAD yang merupakan Perseroda atau BUMD,” kata Yani.

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%

Dia pun memerinci beberapa hal, yang menjadi hasil kajian dari Lemtek UI yang diungkap di persidangan. Seperti adanya retakan pelat beton di tiga lokasi utama hingga pelat beton juga ditemukan mengalami kemiringan sebanyak 25 sentimeter.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024

Yani juga menyebut, kajian Lemtek UI menunjukkan, mutu beton yang digunakan dalam proyek itu rendah. Dia menilai, beton ada di bawah standar dan dinilai tidak layak untuk dudukan water tank 10 juta liter karena mutu beton di-downgrade dua level di bawah standar.

AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
FroM NU: Tidak Betul Nasaruddin Umar Menyebut Rezim Jokowi (Joko Widodo) Juga Punya Ajal

“Kita dari awal menggugat bahwa ini ada cacat administrasi, meskipun ternyata ada cacat secara teknikal juga. Jadi walaupun nantinya PDAM mau membetulkan itu, kita akan tetap gugat sampai ke level paling tinggi karena secara administrasi proyek ini seharusnya tidak bisa dibangun di sini (permukiman),” ujar Yani.

Proyek tangki air bermuatan 10 juta liter dari PDAM Tirta Asasta Depok di Kelurahan Mekarjaya, ditolak warga sekitar. Masyarakat khawatir, tangki itu akan membahayakan keselamatan mereka.

Tidak terima karena tak pernah dilibatkan, warga sekitar menggugat PDAM Tirta Asita dan Pemkot Depok masalah itu ke PTUN Bandung. Sayangnya, hakim PTUN Bandung menolak gugatan warga.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi