UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Arab Saudi Bekukan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel, Pilih Mendekat ke Iran

BANDA ACEHArab Saudi menunda rencana normalisasi dengan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat. Menurut dua sumber yang mengetahui hal ini, keputusan itu diambil Arab Saudi di tengah meningkatnya perang antara Hamas dan Israel.

Konflik Hamas vs Israel itu juga mendorong Arab Saudi untuk terlibat dengan Iran. Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menerima panggilan telepon pertamanya dari Presiden Iran Ebrahim Raisi ketika Riyadh mencoba mencegah perang meluas ke wilayah yang lebih luas.

Kedua sumber tersebut mengatakan bahwa perundingan normalisasi antara Arab Saudi dan Israel yang didukung Amerika Serikat akan tertunda.

Berita Lainnya:
Aparat Jangan Cuma Tangkap Level Bawah Pembalak Liar Sumatera!

Sebelum serangan Hamas, Arab Saudi dan Israel mengatakan bahwa keduanya makin dekat ke kesepakatan baru yang dapat mengubah Timur Tengah.

Namun pendekatan yang mengesampingkan warga Palestina akan berisiko membuat marah masyarakat Arab. Apalagi banyak warga Palestina yang tewas dalam serangan balasan Israel.

Pejuang Hamas membunuh lebih dari 1.300 warga Israel dalam serangan mereka pada 7 Oktober dan lebih dari 1.500 orang terbunuh pada hari Jumat dalam serangan Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

Menurut seorang pengamat dari Arab Suadi, Aziz Alghashian, upaya normalisasi Arab Saudi dan Israel masih menjadi hal yang tabu di dunia Arab.

Berita Lainnya:
Baru Dikirim, Langsung Dibalas! Surat Aceh ke PBB Picu Kehebohan Nasional

“Perang Hamas Israel ini hanya memperkuat hal itu,” kata Aziz Alghashian dilansir dari Reuters.

Di tengah perang dan banyaknya rakyat Palestina yang kehilangan nyawa, Amerika Serikat tetap mendesak rencana normalisasi Arab Saudi dan Israel. Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan bahwa upaya normalisasi “tidak ditunda” namun mengatakan fokusnya adalah pada tantangan-tantangan mendesak lainnya.

Seorang sumber nomor satu mengatakan bahwa Washington telah menekan Riyadh pekan ini untuk mengutuk serangan Hamas. Namun Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menolaknya.

Sumber: Gelora

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website