Kamis, 16/05/2024 - 06:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Jika Bunda Maryam Disebut Nabi, Apakah Benar Ada Penerima Wahyu dari Kalangan Perempuan?

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Oleh : Prof KH Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

JAKARTA- Paruh kedua abad 4 H/ 10 M, Abu Bakar Muhammad bin Mawhab al-Tujibi al-Qabri (406H/1015M) seorang ulama besar di Andalusia, Spanyol, pernah mengeluarkan pernyataan kontroversial: perempuan boleh menjadi seorang nabi. Bahkan, tak segan ia menunjuk sejumlah perempuan sebagai nabiyyah.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS

Adalah Maryam, satu dari sekian nabiyyah yang ia sebutkan. Pendapat al-Tujibi ini mendapat respons ulama kala itu. Reaksi keras muncul dari Abu Muhammad Abdullah bin Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah bin Ja’far al- Ashili (392H/1001M).

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah

Menurut dia, Maryam bukanlah seorang nabi, melainkan hanya sebagai shiddiqah, sebagaimana disebutkan dalam surat al-Maidah[5]:75.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Kontroversi ini berkembang luas di Kordoba. Akhirnya, diredam oleh al-Mansur bin Abi Amir yang secara de facto adalah penguasa Andulusia di bawah kendali Bani Umayyah. Namun, ia tetap membiarkan ada nya kalangan yang mendukung ke nabian Maryam.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Tidak lama kemudian, muncul seorang pemuda cerdas, Abu Mu hammad Ali bin Ahmad bin Hazm al-Andalusy (456 H/ 1064 M), yang juga mengakui adanya nabi perempuan, sebagaimana bisa dili hat di dalam karya besarnya, “al-Fahslu fi al-Milal wa al-Ahwai wa an-Nihal”, Juz V dalam sebuah topik khusus, ‘Kenabian Perempuan’ (Nubuwwah al-Mar’ah).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
Berita Lainnya:
Lima Ayat dalam Alquran Perintahkan Berkurban

Kontroversi tentang kenabian perempuan di kalangan ulama da pat dikelompokkan ke dalam tiga bagian. Pertama, kelompok ulama yang menolak kemungkinan adanya nabi perempuan. Pendapat ini didukung oleh mayoritas ulama.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

Argumentasi mereka, yaitu surat Yusuf [12]:109 dan dengan redaksi yang mirip di dalam an-Nahl [16]:43. Dinyatakan:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”

Namun, opsi pandangan ini bisa disanggah. Kata ar-rijal di dalam Alquran tidak selamanya berarti laki-laki secara biologis. Kata ar-rijal bisa juga berarti gender maskulin (QS al-Baqarah [2]:282), orang tanpa membedakan laki-laki atau perempuan (QS al-A’raf [7]:46), nabi atau rasul (QS al-Anbiya’ [21]:7), tokoh yang memiliki sejumlah kapasitas (QS Yaasin [36]:20), dan budak (QS az-Zumar [39]:29).

Berita Lainnya:
Dua Tipe Pendosa yang Belum Pernah Dilihat Nabi Muhammad SAW

Opsi kedua menganggap adanya kemungkinan nabi perempuan. Pen dapat inilah yang didukung Ibn Hazm, dengan penjelasan bahwa nubuwwah berasal dari kata inba’, berarti ‘berita atau informasi’.

Baca juga: Ini Peperangan yang Dimenangkan Romawi Sebagaimana Dikabarkan Alquran Surat Ar Rum

Nabi adalah orang yang memperoleh informasi dari Tuhan. Informasi ini dibedakan ke dalam beberapa tingkatan, antara lain informasi berupa wahyu kepada para nabi, ilham kepada para wali, taklim kepada para awam, dan tabi’ah berupa informasi kepada segenap makhluk, termasuk binatang, sebagaimana hal nya lebah (QS an-Nahl [16]: 68).

Ibn Hazm membedakan antara kenabian (nubuwwah/prophecy), keraguan (dhann), ilusi (ta waahum/illution), (kahana/di vination), dan astrologi.

Wahyu yang turun kepada se seorang biasanya mempunyai cara atau proses. Pertama, wahyu melalui perantara malaikat Jibril dan yang kedua wahyu yang turun langsung kepada seseorang tanpa wasilah.

Wahyu yang turun kepada perempuan menurut Ibn Hazmn, antara lain Maryam diberi tahu akan lahirnya seorang bernama Isa dari rahimnya (QS Maryam [19]:17- 19, al-Maaidah [5]:75, dan Yusuf [12]:46).

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi