UPDATE

ADVERTISMENT
OPINI
OPINI

Buruh dan Perjuangan Tanpa Akhir

Penutup

Tuntutan kaum buruh atas upah yang layak telah berlangsung puluhan tahun. Orang-orang kaya terus semakin kaya, dan orang-orang miskin bertahan miskin dengan subsidi minimal. Buruh mempunyai legitimasi untuk menjadi kaya di negerinya sendiri.

Jika di barat berkembang ilmu ekonomi liberal, yang membahas buruh dalam konteks alat produksi dan tunduk pada hukum permintaan (labor market), namun  mereka memberlakukan pembatasan kekayaan orang kaya, khususnya melalui pajak, memberlakukan negara kesejahteraan, melalui subsidi negara kepada rakyat dan memastikan “mobilisasi vertikal” semua orang melalui pemerintah pendidikan.

Berita Lainnya:
NasDem Berpeluang Mengusung Anies Lagi

Sebaliknya di Indonesia tidak terjadi. Indonesia telah gagal sebagai negara yang memperhatikan “human capital” dan efisiensi pembangunan. Orang-orang kaya hanya bangga menjadi penguasa tanah-tanah dan bisnis sektor ekstraktif dan negara gagal membangun industrialisasi.

Dari porsi kecil pendapatan negara atas kekayaan alam miliknya, negara kemudian memberikan orang-orang miskin makan dan sekadar makan saja. Sehingga, mobilisasi vertikal rakyat untuk menjadi manusia unggul tidak terjadi.

Berita Lainnya:
Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Untuk itu buruh jangan pernah memberikan ketergantungan nasibnya kepada negara. Buruh harus merebut kekuasaan dan mengatur negara untuk kepentingan dirinya sendiri.

Hal itu hanya bisa dilakukan dengan menyusun terus kekuatan melalui persatuan kaum buruh serta semangat berjuang tiada akhir. 

(Jurubicara Kaoem Buruh)

image_print
1 2 3
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya