Selasa, 27/02/2024 - 01:55 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Empat Pengungsi Rohingya Tewas dalam Baku Tembak di Kamp Bangladesh

ADVERTISEMENT

Empat pengungsi Rohingya tewas dalam baku tembak di kamp cox’s bazar di Bangladesh

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 DHAKA — Empat pengungsi Rohingya tewas saat dua kelompok pemberontak Myanmar dengan tujuan “membangun supremasi” di kamp Cox’s Bazar di Ukhiya tenggara, Bangladesh, terlibat baku tembak pada Rabu (6/12/2023) pagi, kata polisi. Dua pengungsi Rohingya lainnya terluka dalam aksi penikaman, kata petugas di Kantor Polisi Ukhiya, Shamim Hossain kepada Anadolu.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Kelompok separatis bersenjata Myanmar Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) dan Organisasi Solidaritas Rohingya (RSO) diduga terlibat dalam insiden tersebut, kata Hossain. Kedua kelompok beroperasi di Negara Bagian Rakhine di Myanmar utara, tetapi di kamp Cox’s Bazar mereka terlibat baku tembak untuk membangun supremasi di kamp-kamp pengungsi.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Turki Bekuk Sembilan Orang yang Diduga Jual Informasi ke Mossad

Pada Juli Human Rights Watch mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini sedikitnya 48 pengungsi Rohingya tewas. Sementara pada 2022 sebanyak 40 pengungsi tewas dengan setidaknya 11 kelompok bersenjata beroperasi di kamp Cox’s Bazar.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Hampir 1,2 juta pengungsi Rohingya tinggal di Bangladesh, yang mayoritas dari mereka menyelamatkan diri dari penindasan militer yang brutal di Rakhine pada Agustus 2017. Sebagian besar pengungsi tinggal di kamp-kamp penuh sesak di distrik Cox’s Bazar, tetapi lebih dari 33.000 orang telah dipindahkan ke Pulau Bhasan Char sejak akhir 2020.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Lakukan Aksi Tunggal, Aktivis Jepang Ini Protes Perang Gaza Setiap Hari Selama 3 Bulan

sumber : Antara

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi