Selasa, 27/02/2024 - 21:22 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kubu SYL Sebut Petinggi 2 Parpol Diduga Terlibat Kasus Kementan: Kalau Dibuka, Bisa-bisa Pilpres Ditunda

ADVERTISEMENT

BANDA ACEH – Kuasa hukum dari eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Djamaluddin Koedoeboen mengklaim adanya oknum petinggi dari dua partai Politik (parpol) yang diduga terlibat dalam beberapa proyek di Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

“Ada lebih dari dua partai politik lah yang diduga terlibat dalam permasalahan itu. Ada oknum ya oknum. Oknum petinggi partai,” kata Djamaluddin saat dikonfirmasi, Rabu (6/12/2023).

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Djamaluddin menyebut petinggi parpol ini memiliki keterkaitan atas kasus pemerasan diduga dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Firli Bahuri berujung sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Cak Imin Bakal Ajak Rhoma Irama Kampanye Akbar ke Jatim dan Jakarta

“Ini terkait dugaan keterlibatan mereka di beberapa proyek di Kementan, sehingga terjadi pemerasan dari FB selaku ketua KPK nonaktif terhadap Pak SYL,” ucap dia.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Namun, Djamaluddin tidak merinci siapa saja nama parpol yang diduga terlibat beberapa proyek di Kementan. Hal itu sebagai balasan dari sejumlah klaim yang disampaikan pihak Firli Bahuri soal kasus ini.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

“Tapi aku enggan untuk menyebutkan partai mana. Aku kan lalu kirim sinyal ke lawyernya siapa itu, Pak FB. Yang ngomong jangan asal ngomong karena kalau kita buka. Bisa-bisa Pilpres ini bisa tunda ini,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action
Berita Lainnya:
TKN Pastikan Info Beredar soal Program Sosial Rp5 Juta Per Bulan Hoax

Menurutnya, tidak diungkap klaim secara gamblang soal keterlibatan sejumlah oknum petinggi partai politik. Lantaran, ia menjaga kondisi atau iklim kondusif dalam rangka menghadapi pemilihan presiden dan Pemilu 2024.

“(Itu soal) Kami menduga terkait dengan keterlibatan beberapa oknum petinggi beberapa partai tertentu, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu pesta demokrasi di 2024 nanti,” katanya.

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi