NASIONAL
NASIONAL

Survei Bloomberg: Ekonom Pilih Anies untuk Gantikan Jokowi sebagai Presiden RI

Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada utang di negara tetangga Filipina dan Malaysia, dan imbal hasil tahunan sebesar 0,5% untuk ukuran yang lebih luas untuk utang negara dalam mata uang lokal di negara-negara berkembang, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Pada masa jabatan pertama Jokowi, Anies Baswedan menjadi Menteri Pendidikan namun diberhentikan dalam perombakan kabinet dua tahun kemudian. Setelah dipecat Jokowi, Anies kemudian memenangkan Pemilihan Gubernur Jakarta pada 2017. Namun, Anies dan Sandiaga Uno menggunakan kampanye yang memecah belah yang memanfaatkan reaksi Muslim terhadap petahana China-Kristen, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang juga merupakan sekutu Jokowi.

Sebagai bagian dari kampanyenya, Anies berjanji untuk mengenakan pajak bagi orang kaya dan menciptakan jutaan pekerjaan ekonomi hijau. Anies juga merupakan salah satu pengkritik Jokowi yang paling menonjol atas rencana pembangunan IKN di Kalimantan.

Anies mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan seharusnya tidak didasarkan pada aspirasi-aspirasi pribadi. Dia juga mengkritik pemerintahan Jokowi karena tidak bertindak cepat untuk mengatasi Covid-19 dan mempertanyakan data kasus pada puncak pandemi.

Pulau Jawa menjadi medan pertempuran paling sengit antara kandidat calon presiden (capres) dan partai Politik. Mereka semua mengharapkan suara optimal di wilayah padat penduduk ini.

Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa mencapai 154,28 juta atau sekitar 56 persen dari total populasi tahun 2022 sebanyak 275,7 juta.

Sementara dari jumlah populasi tersebut, Komisi Pemilihan Umum atau KPU telah menetapkan sebanyak 204,8 juta daftar pemilih tetap (DPT), dengan jumlah 56,3 persen atau 115,37 adalah pemilih yang tinggal di Pulau Jawa.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya