PEMILIH Paslon Nomor dua adalah orang-orang yang tidak menggunakan akal dan logika. Sebagian orang sudah meyakini bahwa pemenang pemilihan presiden kali ini adalah pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, karena kita bisa melihat kans pendukung Jokowi dan kans pendukung Prabowo bersatu menjadi sebuah koalisi besar untuk memenangkan pemilu pada tahun 2024.
Di antara alasan yang dapat meyakinkan sebagian orang bahwa pasangan Prabowo-Gibran dapat memenangkan pemilu pada tahun ini adalah sebagai berikut:
- Pasangan ini memiliki koalisi yang besar di mana Golkar, Gerindra, PAN, PSI dan terakhir Demokrat juga ikut bergabung dalam koalisi tersebut.
- Pasangan ini memiliki dana kampanye yang besar yang otomatis bisa memobilisasi masa untuk memenangkan pasangan calon ini.
- Adanya dukungan dari Jokowi, dan ini jelas karena Gibran menjadi calon wakil presidennya.
Namun bagi yang pihak yang menggunakan logika tentu saja tidak akan menjatuhkan pilihannya kepada Prabowo-Gibran, karena track record pasangan calon presiden ini jelas-jelas sudah melakukan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh nalar kita.
Dalam Pemilu, saya percaya bahwa penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang kita harapkan sebelum kita memutuskan pilihan. Debat dan kampanye telah membantu saya memahami kedua kandidat dengan lebih baik, bahkan membuat saya menyadari siapa yang tidak akan saya dukung.
Seringkali, lebih mudah bagi kita untuk menyebutkan apa yang tidak kita sukai daripada apa yang sebenarnya kita inginkan dari pemerintahan. Saya tidak ingin melihat pemerintah yang anti-ilmu pengetahuan, atau yang mengandalkan kekerasan sebagai cara utama berinteraksi dengan warga.
Dari apa yang telah saya amati, pasangan Prabowo-Gibran tampaknya memenuhi banyak kriteria negatif yang saya sebutkan sebelumnya. Mereka cenderung menerobos batasan hukum dan etika, serta memiliki kecenderungan anti-sains yang tidak sesuai dengan harapan saya.
Di sisi lain, saya merasa bahwa visi dan program yang ditawarkan oleh pasangan AMIN lebih dekat dengan apa yang saya harapkan. Mereka menekankan pentingnya budaya dialogis antara warga dan negara, serta reformasi institusi yang mendalam.
Selain itu, saya melihat bahwa pasangan AMIN memiliki pendekatan yang lebih beragam terhadap berbagai isu, seperti perumahan dan penyelesaian konflik. Mereka juga menunjukkan keseriusan dalam menangani isu-isu perempuan dan berkomunikasi secara jelas dengan publik.
Meskipun saya menyadari bahwa tidak ada kandidat yang sempurna, saya lebih percaya bahwa memilih pasangan AMIN akan membawa perubahan yang lebih positif bagi negara kita dari pada membiarkan pasangan Prabowo-Gibran menang.


























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler