Rabu, 24/04/2024 - 15:31 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Mengupas Peran Signifikan Perempuan dalam Industri Pariwisata

ADVERTISEMENTS

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga (kedua kanan) berdialog dengan pelaku industri pariwisata perempuan di kawasan Nusa Dua, di Museum Pasifika Bali, Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (25/8/2022). Dialog tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para pelaku industri pariwisata perempuan di kawasan Nusa Dua pasca pandemi COVID-19.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

JAKARTA — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan, kegiatan Nemuin Komunitas (Netas) diharapkan mampu menyerap aspirasi dan meningkatkan peran perempuan dalam sektor parekraf. “Kami juga berharap ini dapat menyerap aspirasi dan meningkatkan peran perempuan dari sudut pandang pelaku parekraf, untuk sebuah acara yang sangat penting bagi keberlangsungan sektor parekraf yang lebih berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, (6/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
Berita Lainnya:
Menteri PPPA Ajak Perempuan Teladani Perjuangan Kartini 

Ia juga mengatakan, kegiatan Nemuin Komunitas dengan tema “Pemberdayaan Perempuan dalam Industri Parekraf” di Yogyakarta memberikan ruang dialog untuk komunitas saling mendengar, berbagi ilmu, dan memberikan motivasi agar lebih maju. Terutama terkait peran perempuan di sektor parekraf.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Giri menjelaskan, Kemenparekraf berkomitmen memajukan kemampuan dan kualitas perempuan di sektor parekraf karena perempuan adalah pilar kesejahteraan masyarakat sekaligus penjaga tradisi dan budaya. “Salah satu kolaborasi yang sedang kami lakukan adalah menyinergikan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang ada di Kementerian PPPA dengan program Desa Wisata yang ada di Kemenparekraf,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf I Gusti Ayu Dewi Hendriyani menambahkan, pada era digital ini, peran perempuan dalam pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di Yogyakarta, sangat signifikan dan beragam. Dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, perempuan berkontribusi besar dalam upaya menarik lebih banyak wisatawan dan mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
Kemenparekraf: Kunjungan Wisata Tertinggi di Jawa Selama Libur Lebaran

“Tujuan utama dari kegiatan ini yaitu untuk memberdayakan kaum perempuan dan memperbesar kontribusi mereka dalam industri parekraf khususnya di Yogyakarta. Hari ini, kita memiliki 100 peserta yang terdiri dari Ketua dan Pengurus Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia, perwakilan desa wisata, asosiasi, dan komunitas kreatif lokal,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu narasumber Netas, Dosen Program Studi Kajian Pariwisata Yulia Arisnani Widyaningsih menjelaskan peran pemberdayaan perempuan dalam industri pariwisata yang semakin besar.

“Ada penelitian baru yang berbunyi, ‘dari pemberdayaan perempuan menjadi diberdayakan perempuan’. Perempuan itu bahagia kalau dia memiliki kontrol sumberdaya yang dimiliki termasuk kemerdekaan dalam pemasukan ekonomi,” ujarnya.

sumber : antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi