Sabtu, 20/04/2024 - 07:30 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Mentan Bantu Sarana Pertanian Korban Banjir di Jateng

ADVERTISEMENTS

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

 JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada korban banjir di wilayah Jawa Tengah (Jateng) senilai Rp 30 miliar.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Total bantuan senilai Rp 30 miliar dengan rincian benih padi untuk 10 ribu hektare, JIT, Asuransi Pertanian (AUTP), pompa, combine harvester dan traktor untuk tiga kabupaten,” kata Amran dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (12/2/2024).

ADVERTISEMENTS

Kementerian Pertanian bergerak cepat melakukan penanganan banjir yang terjadi di Jawa Tengah salah satunya di Kabupaten Demak. Mentan meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan kepada para korban banjir.

Berita Lainnya:
20 Ribu Lebih Warga Masih Mengungsi Akibat Banjir di Demak

“Segera kita akan koordinasi dan insya Allah bisa cepat surut. Kemudian, untuk sektor pertanian yang ada asuransinya bisa mendapat bantuan,” ujar Mentan.

Ia mengatakan, berbagai bantuan yang diberikan pemerintah di antaranya pupuk, benih, alsintan, dan alat panen lainnya yang dapat mempercepat produksi. Sementara itu, kata Amran, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kementerian lain untuk segera bergerak menyusutkan genangan air.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Kita harapkan segera mempercepat panen dan berharap beberapa minggu ke depan bisa panen. Insya Allah, kami kirim bantuan dan akan diserahkan ke Ibu Bupati. Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk segera memperbaiki tanggulnya,” katanya.

Berita Lainnya:
Jokowi Minta Apple Gandeng Kampus di Indonesia Bangun Pusat Inovasi

Mentan berharap para petani segera mengikuti pendaftaran asuransi agar mendapat jaminan produksi dari pemerintah terutama bagi lahan-lahan pertaniannya yang mengalami musibah banjir maupun puso.

“Nanti, kami koordinasi dengan kementerian, namun mudah-mudahan tanggul ini bisa ditutup dalam 5 hari, kemudian kami lihat ini mudah-mudahan dalam 12 minggu bisa panen. Kami akan beri bantuan mesin, satu-dua hari akan tiba dan kami minta UPT kami stand by di sini,” katanya.

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi